TERAS7.COM – Salah Satu organisasi kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Balangan yaitu Sahabat Balangan Center (SBC), dalam bentuk kepeduliannya kepada masyarakat yang menjadi korban banjir di Kabupaten Balangan, mereka bagikan ribuan nasi ke tujuh Kecamatan, yang terdampak Banjir.
Dari total delapan Kecamatan yang ada di Kabupaten Balangan, ada tujuh Kecamatan, yang terdampak, SBC dengan wujudkan kepedulian, menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) berupa nasi bungkus di setiap wilayah yang dapat terjangkau secara rutin.
Dewi selaku Ketua SBC menuturkan, terhitung sejak Kamis 14 Januari hingga Sabtu 16 Januari 2021 secara rutin menyalurkan Bansos, dengan memprioritaskan warga yang rumahnya terendam hingga tidak dapat memasak sendiri.
“Hari Kamis kami menyalurkan 300 nasi bungkus, Jumat 1700 dan Sabtu 1300, yang disalurkan di lokasi-lokasi yang dapat di jangkau” tuturnya, Selasa (19/01/20).
Selain itu SBC juga memberikan bantuan berupa 30 lampu minyak tanah yang kemudian diserahkan ke warga Desa Murung Abuin Kecamatan Paringin Selatan (Parsel) Kabupaten Balangan, mengingat kala terjadi banjir listrik pun padam.
Semoga bencana banjir cepat berlalu dan bagi masyarakat yang terdampak banjir di harapkan bantuan yang sudah sampai dapat bermanfaat,” harap Dewi.
Selanjutnya ia juga berterima kasih Kepada relawan SBC yang sudah bahu-membahu dalam bekerja keras selama tiga hari terakhir terutama kepada masyarakat sekitar lingkungan Langgar Nurul Iman RT 2, yang setiap harinya membantu memasak dan menyiapkan segala keperluan relawan yang berjibaku di tengah banjir.
” Kami sangat berterimakasih kepada masyarakat Lingkungan langgar Nurul Iman RT 2, Tanpa mereka tidak bisa apa-apa kita , karna mereka kokinya, ” ungkapnya.
Sementara itu di lain kesempatan Sahru Korban terdampak banjir di Desa Baruh Bahinu Kecamatan Parsel Kabupaten Balangan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang disalurkan oleh relawan SBC.
“Kami sangat berterimakasih atas bantuan yang disalurkan SBC karena ini sangat membantu kami dalam keadaan banjir, dimana kami susah untuk memasak sendiri ,” ujar Sahru.