TERAS7.COM – Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, (20/9/2025). Hujan deras disertai angin kencang sekitar pukul 15.30 Wita menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga di beberapa kecamatan.
Laporan sementara Pusdalops-PB BPBD Tapin menyebutkan, angin puting beliung menerjang Desa Parigi Kacil, Parigi Simbar, Serawi, dan Lawahan. Sedikitnya ada belasan warga terdampak dengan kondisi rumah rusak ringan hingga berat.
Di Desa Parigi Kacil, Kecamatan Bakarangan, lima rumah warga mengalami kerusakan, yaitu: Rumah milik Jamaludin rusak 50% dengan atap depan terbang, rumah Luki Hidayat rusak 20% di bagian dapur, rumah Sugiannor rusak 40% pada bagian depan, rumah Muhammad Aseri rusak 30% di dapur, rumah H. Sofyan rusak 20% di bagian dapur.
Masih di Kecamatan Bakarangan, Desa Parigi Simbar juga melaporkan satu rumah milik Iyam roboh total dengan kerusakan 100%.
Di Desa Serawi, Kecamatan Tapin Tengah, rumah walet milik Hiriyadi mengalami kerusakan 70%. Selain itu, satu unit sepeda listrik dan dua kendaraan rusak, sementara satu mobil Avanza masih tertimbun material bangunan.
Sementara itu di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan, dua rumah warga terdampak. Rumah Muhammad Abduh mengalami kerusakan dinding beton (20%), sedangkan rumah Mahliadi rusak di bagian samping (10%).

Salah satu rumah warga terdampak yang mengalami kerusakan 100% akibat musibah angin puting beliung yang terjadi pada (20/2025). Foto: Pusdalops-PB BPBD Tapin
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapin, H. Akhmad Syofyan, membenarkan adanya peristiwa ini.
“Tim TRC bersama Satgas dan Pusdalops sudah melakukan ground check dan pendataan ke lokasi kejadian. Kami juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Tak hanya angin kencang, fenomena hujan es juga sempat menghebohkan warga di Desa Batang Lantik, Kecamatan Tapin Tengah. Butiran es sebesar kelereng turun bersamaan dengan derasnya hujan. Warga pun ramai mengabadikan momen langka itu untuk diunggah ke media sosial.
Hingga malam ini, warga masih melakukan gotong royong membersihkan puing-puing bangunan. Sementara rumah-rumah terdampak belum bisa diperbaiki karena memerlukan penanganan lebih lanjut.
BPBD Tapin mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.