TERAS7.COM – Pada awal April 2021 yang lalu, Kabupaten Banjar melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2022 Kabupaten Banjar dengan tema “Pemantapan Pemilihan dan Pertumbuhan Ekonomi serta Penguatan Kehidupan Sosial Masyarakat.”
Musrembang perdana usai pelantikan Bupati-Wakil Bupati Terpilih dalam Pilkada Tahun 2020 ini dibuka oleh Bupati Banjar, Saidi Mansyur.
Dalam kesempatan tersebut, Saidi Mansyur meminta agar seluruh stakeholder terkait pembangunan untuk lebih memperhatikan dan memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan akselerasi pembangunan.
“Musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD tahun 2022 merupakan momentum yang penting, karena merupakan awal dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banjar tahun 2021-2026, tetapi juga sekaligus tahun yang memprihatinkan bagi kita, karena akibat dampak wabah virus covid-19 serta bencana banjir besar yang terjadi di awal tahun tadi.” katanya
Saidi menambahkan agar jajarannya memperhatikan dan memiliki tanggung-jawab untuk meningkatkan akselerasi pembangunan sekaligus juga bekerja keras untuk melakukan pemulihan terhadap ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 dan bencana banjir.
“Sehingga visi Pembangunan Jangka Menengah Daerah di Kabupaten Banjar, yaitu ‘Terwujudnya Kabupaten Banjar Yang Maju Mandiri Dan Agamis’ tetap dapat dicapai,” pesannya.
Sementara itu dalam kesempatan berbeda, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda litbang) Kabupaten Banjar, Galuh Tantri Narindra pada Senin (26/4/2021) mengungkapkan Musrenbang tersebut merupakan rangkaian akhir dari pelaksanaan perencenaan pembangunan daerah.
“Musrenbang ini merupakan rangkaian akhir dari pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah dengan pendekatan menggunakan metode pendekatan secara partisipatif. Dimulai dengan Forum Konsultasi Publik dan melibatkan seluruh stakeholder pembangunan, kemudian ada Musrenbang Kecamatan, itu juga mengumpulkan aspirasi dari masyarakat di kecamatan yang sebelumnya dimulai juga di desa. Kemudian dilanjutkan dengan Forum SKPD, disitulah kita lanjutkan pembahasan dari usulan masyarakat itu bisa tidak dilanjutkan dalam rencana kegiatan di Tahun 2022.” jelasnya.
Galuh Tantri Narindra menambahkan dalam Musrenbang akan disepakati program yang diusulkan dan dianggap prioritas, khususnya untuk pemulihan ekonomi.
“Tapi masih dibahas dan belum konkrit apa saja yang menjadi prioritas untuk tahun 2022. Beberapa yang dibahas diantaranya adalah realisasi plaza pelayanan publik di Gambut atau Mataraman pada tahun 2022 yang menjadi keinginan Bupati. Kurang lebih sama seperti Mall Pelayanan Publik, namun lebih fokus ke bidang kependudukan,” ungkapnya.
Pihaknya sendiri lanjutnya saat ini masih fokus pada pemulihan ekonomi di tahun ini, karena anggaran daerah untuk tahun 2021 disusun dengan asumsi pandemi sebelum ada bencana banjir.
“Ketika ada bencana banjir, hal ini cukup merusak khususnya untuk bidang pertanian yang menyumbang 17 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Banjar. Banyak lahan pertanian, misalnya seperti tanaman jeruk yang mati akibat banjir,” terang Tantri.
Karena itu pada tahun ini, Kabupaten Banjar mengarahkan anggaran daerah serta bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi untuk menyalurkan bantuan untuk pemulihan di bidang pertanian, seperti bantuan berupa pupuk, bibit dan pakan, serta perbaikan rumah yang rusak akibat banjir.
Terlebih kondisi ini jika tidak diselesaikan, maka akan berdampak pada sisi pendapatan dalam anggaran daerah tahun 2022 yang usulan program prioritasnya dibahas dalam Musrenbang tahun ini.