Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Seribu Pertanyaan Tentang Lisa
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Seribu Pertanyaan Tentang Lisa

Opini
Opini 3 Desember 2024, 14.16
Share
IMG 20241203 141405
Opini - Seribu Pertanyaan Tentang Lisa. (Foto: IG @hj.lisahalaby)
SHARE

TERAS7.COM – Saya akan menjawab satu-satu sanggahan atau pertanyaan terkait postingan saya mengenai Lisa Halaby dan Pilkada Banjarbaru. Jawaban ini sekaligus standpoint saya mengenai permasalahan ini. Tentu saja ini bukan jawaban ahli– ini hanya jawaban saya. Supaya lebih lugas, terang dan langsung, saya akan menuliskannya dalam bentuk tanya jawab.

Q: Apa pandangan Anda tentang Pilkada Banjarbaru?

A: Lisa menang. Fair and square.

Q: Bagaimana dia bisa menang, sementara dia tidak didukung oleh semua warga Banjarbaru. Dia hanya dapat 36.000 suara!

A: Untuk menang dalam Pilkada, gak harus didukung semua warga Banjarbaru. Dulu Aditya menang Pilkada Banjarbaru, hanya mengumpulkan 43 ribuan suara dari jumlah pemilih sebanyak 167.672. Hitung sendiri persentasinya.

Baca juga :

Lomba Rakyat Jadi Cara Demokrat Banjarbaru Meriahkan HUT ke-81 RI dan HUT ke-25 Partai

Ketimbang Ducting Kabel, Emi Nilai Optimalisasi Tiang Bersama Lebih Realistis dan Potensi Hasilkan PAD

Resmi Dilantik, 147 Bintara TNI AD Siap Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan di Kalimantan

Q: Kok bisa?

A: Bisa, aturannya begitu. Pilkada adalah peraih suara terbanyak, bukan peraih semua suara.

Q: Tapi kan Lisa menang dengan curang, karena Aditya didiskualifikasi!

A: Aditya yang didiskualifikasi kenapa malah Lisa yang curang? Logikanya dimana? Dalam permainan bola ketika Anda dikartu-merah, berarti Anda melakukan pelanggaran. Anda yang curang, makanya Anda dikeluarkan. Anda gak bisa menyalahkan siapapun selain diri Anda sendiri.

Q: Tapi kan, mari pakai analogi bola Anda, wasitnya dalam permainan ini gak adil! Sesuka-sukanya ngeluarin kartu merah. Jangan-jangan wasitnya dibayar.

A: Wasitnya digaji. Kalau Anda punya bukti wasitnya dibayar, laporkan ke pihak berwajib. Tapi setahu saya, wasitnya sudah mengacu pada aturan permainan. UU-nya ada. Jika Anda baca, calon yang melanggar jelas sanksinya di sana, calon bisa didiskualifikasi.

Q: Kok Anda kayak yakin bener wasitnya gak dibayar. Darimana Anda tahu. Anda mendukung wasitnya, ya?

A: Supaya gak kayak keterusan analogi bola, mari kembali lagi: Wasitnya adalah Bawaslu dan KPU. Saya gak mendukung mereka. Ketika Aditya didiskualifikasi, saya sempat menghubungi teman saya di Bawaslu Kalsel. Dia bilang gak mungkin mengeluarkan rekomendasi atas pembatalan pencalonan Aditya jika tidak memiliki landasan administrasi yang jelas.

Q: Tapi kok baru Bawaslu Kalsel dan KPU Banjarbaru yang berani melakukan hal ini?

A: Mereka berani melakukannya karena memang ada aturannya. Saya salut. Ini pembelajaran bagi calon-calon petahana yang menyalahgunakan kekuasaan untuk kampanye. Saya yakin di Pilkada berikutnya, akan semakin banyak KPU dan Bawaslu yang berani mengambil keputusan semacam ini.

Q: Kenapa KPU dan Bawaslu yang lain saat ini gak berani, padahal jelas-jelas banyak petahana yang melakukan hal serupa?

A: Keberanian orang gak sama. Coba tanyakan ke KPU dan Bawaslu lainnya itu berapa level keberanian mereka.

Q: Tapi bukankah dengan mendiskualifikasi Aditya, maka demokrasi gak ada lagi di Banjarbaru? Kan Lisa cuma bertarung sendiri.

A: Yang di-Diskualifikasi itu Aditya, bukan demokrasi.

Q: Iya, maksudnya Banjarbaru kan gak diberikan pilihan alternatif selain Lisa! Itu tandanya matinya demokrasi.

A: Banjarbaru sudah diberi pilihan. Anda ingat sebelum Pilkada, ada Pileg. Anda memilih wakil-wakil Anda dari partai-partai. Partai-partai yang Anda pilih itulah yang memutuskan nasib politik Anda berikut hak pilih Anda di Pilkada. Merekalah yang memilihkan calon buat Anda.

Q: Kenapa begitu? Saya gak merasa menitipkan aspirasi untuk mencalonkan Lisa Halaby.

A: Anda suarakan ke sana, jangan ke saya. Nasib politik Anda sudah tersegel ke orang yang Anda pilih di Dewan. Makanya yang serius kalau milih wakil rakyat.

Q: Tapi kan setidaknya setelah Aditya di-Diskualifikasi, KPU malah menguntungkan Lisa?

A: Dalam skala pribadi, belum tentu. Jika Lisa merasa dia bisa menang, ini malah membuatnya rugi. Dia dicap sebagai pemenang tanpa kompetitor. Dibully, didemo, dihujat. Padahal bukan dia yang melakukan pelanggaran.

Q: Pertanyaan saya, kenapa gak ada mekanisme kotak kosong setelah Aditya di-Diskualifikasi?

A: Juknis KPU-nya begitu. Dalam pemungutan suara, suara calon yang dibatalkan akan dianggap tidak sah.

Q: Lho, malah gak adil…

A: Malah adil. Pertimbangannya karena ini adalah calon yang dibatalkan karena melakukan pelanggaran. Dalam permainan bola di bagan final, ini semacam menang bye. Kalau Anda sering ikut kejuaraan futsal, Anda pasti tahu.

Q: Iya, tapi kan bagi warga Banjarbaru, ini menjadi tidak adil. Mereka kan mayoritas gak memilih Lisa.

A: Betul, tapi juga kebanyakan mereka gak memilih suara tidak sah. Pemilih Banjarbaru itu sekarang ada 195 ribuan. Suara tidak sah cuma 78 ribuan. Jika suara Lisa 36 ribuan ditambah sisa yang gak milih, dia bisa unggul melebihi suara tidak sah.

Q: Artinya apa?

A: Artinya klaim Anda tentang mayoritas orang gak milih Lisa belum tentu benar. Bisa aja mereka gak datang ke TPS karena gak ada serangan fajarnya, atau gak diberi transport, atau lagi sibuk, atau ketiduran, padahal sebenarnya mereka memilih Lisa.

Q: Anda ini Lisa Lisa terus, sudah lama ya ngefans dengan Lisa?

A: Iya, dari 2015 sebenarnya. Semenjak dia gabung di YG Entertainment. Tapi sayangnya saya gak sempat datang waktu dia tour Jakarta kemarin.

Q: Owalaaaaah….

A: Owaluuuhhh…

Penulis : Randu Alamsyah

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love2
Cry0
Sad0
Happy1
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Lomba Rakyat Jadi Cara Demokrat Banjarbaru Meriahkan HUT ke-81 RI dan HUT ke-25 Partai

Ketimbang Ducting Kabel, Emi Nilai Optimalisasi Tiang Bersama Lebih Realistis dan Potensi Hasilkan PAD

Resmi Dilantik, 147 Bintara TNI AD Siap Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan di Kalimantan

Sempurna! Kota Banjarbaru Raih Nilai 100 IKADA 2026, Peringkat Pertama se-Kanreg VIII BKN

Rentan Gangguan Air saat Kemarau, PTAM Intan Banjar Siagakan Tim Distribusi di Cempaka dan Dalam Pagar

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?