Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Sesuaikan Dengan Aerocity, Pemkab Banjar Dan DPRD Banjar Sepakati Tata Ruang Baru Desa Tungkaran
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Sesuaikan Dengan Aerocity, Pemkab Banjar Dan DPRD Banjar Sepakati Tata Ruang Baru Desa Tungkaran

Rizki Saputera
Rizki Saputera 18 Desember 2019, 09.36
Share
WhatsApp Image 2019 08 31 at 14.33.55 1
SHARE

TERAS7.COM – Keberadaan kawasan minapolitan Tungkaran menjadi salah satu pembahasan dalam ekspose revisi Perda tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Banjar Tahun 2013-2032 yang dilaksanakan di Gedung DPRD Kabupaten Banjar pada Selasa (17/12).

Ekspose revisi Perda RTRW Kabupaten Banjar ini sendiri dihadiri oleh Sekda Banjar HM. Hilman, Ketua DPRD Banjar M. Rofiqi, Ketua Komisi III DPRD Banjar Irwan Bora dan perwakilan Real Estate Indonesia (REI) Kalsel.

HM. Hilman menjelaskan minapolitan Tungkaran pada awalnya merupakan Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional (KPPN) dengan produk unggulan perikanan dan pertanian.

DCIM2235
Sekda Banjar, HM. Hilman

“Karena bersentuhan dengan Kota Banjarbaru dan Aerocity-nya, maka kita lakukan perubahan. Daerah tersebut tidak lagi dinamakan Minapolitan, tapi berubah menjadi wilayah budidaya perikanan. Untuk wilayah budidaya perikanan sendiri hanya dibatasi di daerah basah sepanjang aliran Irigasi Riam Kanan, sedangkan daerah yang kering dijadikan kawasan permukiman perkotaan,” katanya.

Sebelumnya disebut kawasan Minapolitan karena tak hanya kawasan budidaya ikan saja, tapi juga dilengkapi dengan kawasan pemukiman pedesaan, pertanian dan industri pendukung perikanan.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

“Karena itu kami sesuaikan kawasan tersebut, kami tak ingin keberadaan Bandara Internasional Syamsyudin Noor dengan Aerocity yang merupakan kawasan premium tidak memberikan dampak pada daerah kita yang bersentuhan langsung dengan kawasan tersebut,” ungkap HM. Hilman.

Karena Aerocity ini juga terjadi perubahan berupa penambahan dan pengurangan wilayah di sekitar perbatasan antara Kabupaten Banjar dengan Kota Banjarbaru.

DCIM2232
Ketua DPRD Banjar, M.  Rofiqi

Demikian pula dengan Ketua DPRD Banjar, M. Rofiqi yang mengungkapkan keberadaan Minapolitan di Desa Tungkaran sangat tidak relevan lagi.

“Desa Tungkaran tersebut tidak relevan lagi menjadi kawasan minapolitan karena menjadi daerah penyangga dengan tetangga kota Banjarbaru. Karena itu kita ingin Desa Tungkaran dikeluarkan dari statusnya sebagai kawasan minapolitan,” terangnya.

Hal ini kata Rofiqi karena adanya Aerocity Banjarbaru, jika kawasan minapolitan tetap dilaksanakan maka kawasan yang bersentuhan dengan kawasan Aerocity tak akan bisa berkembang.

“Karena itu Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) kita harus harmoni dengan kota tetangga. Daerah Tungkaran karena bersentuhan dengan Aerocity kemungkinan besar akan berkembang pesat, kalau tak kita atur sekarang nanti bakalan carut-marut,” tegasnya

Namun Ketua DPRD Banjar ini mendukung rencana Pemkab Banjar dalam RTRW Kabupaten Banjar 2013-2032 yang tetap mempertahankan kawasan budidaya perikanan di sepanjang Irigasi Riam Kanan.

“Sementara untuk kawasan lain di Desa Tungkaran yang lebih kering memang seharusnya menjadi kawasan permukiman perkotaan,” ucap Rofiqi.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?