TERAS7.COM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong menghadirkan sistem digital ketenagakerjaan melalui aplikasi SMaRTNaker (Sistem Manajemen dan Registrasi Tenaga Kerja Terintegrasi), yang resmi diperkenalkan di Balai Dandung Suchrowardi, Senin (23/2/2026).
Aplikasi ini dirancang sebagai basis data terpadu hasil pelatihan tenaga kerja lintas SKPD, kecamatan, desa hingga Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) mitra di Tabalong. Seluruh data peserta pelatihan dihimpun dalam satu sistem terintegrasi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Sejumlah fitur disematkan dalam SMaRTNaker, mulai dari manajemen pelatihan, pendaftaran peserta berbasis NIK, riwayat pelatihan dan sertifikasi, informasi lowongan kerja, dashboard statistik real-time, hingga sistem pelaporan dan evaluasi.
Kepala Disnaker Tabalong, Hady Ismanto menjelaskan, peluncuran aplikasi ini untuk mewujudkan database tenaga kerja hasil pelatihan terintegrasi dan terukur.
“Jadi hasil pelatihan 15 ribu tenaga terampil ini dapat ditelusuri berdasarkan jenis pelatihan, tahun pelaksanaan, sumber pendanaan, hingga status penempatan kerja,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan data berbasis NIK memungkinkan riwayat pelatihan setiap individu tercatat secara akurat tanpa tumpang tindih. Sistem tersebut juga menjadi instrumen pendukung target pencetakan 15 ribu tenaga terampil yang masuk dalam program prioritas kepala daerah.
“Sistem ini juga akan terhubung dengan Command Center Tabalong, sehingga data statistik ketenagakerjaan, capaian 15.000 tenaga kerja terampil, tingkat partisipasi pelatihan serta serapan tenaga kerja dapat dimonitor secara real time oleh pimpinan daerah,” ungkapnya.
Selain peluncuran aplikasi, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan bersama program pemagangan antara pemerintah daerah dan dunia usaha yang beroperasi di Tabalong.
Program pemagangan ini diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara pelatihan dan kebutuhan industri. Seluruh prosesnya akan terdokumentasi dalam sistem SMaRTNaker, sekaligus membuka akses bagi perusahaan untuk memanfaatkan database tenaga kerja terampil yang tersedia.
“Dengan demikian, perusahaan tidak hanya menjadi mitra pemagangan, tetapi juga bagian dari ekosistem digital ketenagakerjaan Kabupaten Tabalong,” tutup Hady.