TERAS7.COM – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat SMP sederajat tahun 2019 beberapa waktu lagi akan dilaksanakan.
Di Kabupaten Banjar sendiri ada beberapa SMP seperti SMP Negeri 1 Martapura dan SMP Negeri 3 Martapura yang melaksanakan UNBK, akan tetapi karena keterbatasan sarana yang dimiliki sekolah, mereka menumpang dengan SMA sekitar untuk melaksanakan UNBK.
Berbeda dengan tahun ini, SMP Negeri 1 Martapura akan melaksanakan UNBK secara mandiri tanpa perlu menumpang dengan sekolah lain.
Hal ini disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Martapura, Rahmadi pada Teras7.com saat ditemui di ruang kerjanya usai pelaksanaan peringatan Isra dan Mi’raj di SMP Negeri Martapura pada selasa pagi (2/4)
“Tahun ini kita akan melaksanakan UNBK secara mandiri di sini, jadi siswa kami tidak perlu lagi mengikuti UNBK di sekolah lain,” ujarnya.

Pelaksanaan UNBK secara Mandiri ini dilakukan usai pihaknya mendapatkan bantuan peminjaman 66 unit laptop dari beberapa sekolah di Kabupaten Banjar.
“Kita mendapat pinjaman dari SMP Negeri 1 Tatah Makmur, SMP Negeri 1 Beruntung Baru dan SMP Negeri 1 Paramasan. Kita juga sudah mendapatkan bantuan 26 unit PC dari Dinas Pendidikan. Totalnya kita akan menggunakan 100 unit Komputer, termasuk beberapa komputer milik laboratorium kami,” ungkap Rahmadi.
Akan ada 4 ruang kelas yang digunakan dalam pelaksanaan UNBK yang diikuti oleh 282 orang siswa SMP Negeri 1 Martapura ini.
“Karena komputer yang digunakan ada 100 unit, jadi siswa kami bagi menjadi 3 sesi. Jadi akan ada yang masuk ke sesi pertama di jam 8 sampai 10 pagi, sesi kedua jam 10 hingga jam 12 siang dan sesi ketiga jam 2 hingga jam 4 sore. Nanti mereka akan kami rolling, jadi bisa bergantian setiap harinya,” katanya.
Rahmadi menambahkan UNBK yang akan dilaksanakan selama 4 hari pada tanggal 22 hingga 25 April sudah dipersiapkan dengan matang, sehingga setiap kendala yang terjadi dapat diantisipasi terlebih dahulu.

“Untuk listrik kami menggunakan paket listrik 13.200 Watt untuk pelaksanaan UNBK selama 4 hari dengan biaya sekitar 3 juta rupiah yang kami bayar dahulu sebelum digunakan. Kalau internet tidak perlu dikhawatirkan, karena pelaksanaan UNBK ini tidak sepenuhnya online, jadi mereka menjawab soal, semua jawaban akan ditampung di server. Setelah terkumpul semua baru di upload ke server pusat, jadi pakai internet biasa sudah cukup. Juga siswa dan orang tua tak usah takut gagal mengikuti UN karena listrik padam, karena timer langsung pause ketika ada gangguan, jadi siswa bisa istirahat sejenak sebelum melaksanakan UNBK. Secara garis besar pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 1 Martapura aman,” jelasnya panjang lebar.
Perjuangan pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 1 Martapura secara mandiri ini dilakukan pihaknya karena sekolahnya menjadi rujukan di Kabupaten Banjar.
“Sekolah kami termasuk sekolah rujukan se Indonesia untuk pelaksanaan UNBK tingkat SMP, kami malu karena selama 2 tahun lalu kami menumpang melaksanakan UNBK di sekolah lain. Alhamdulillah tahun ini sudah bisa Mandiri dengan kebaikan hati bantuan pinjaman dari beberapa sekolah dan bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Kami berharap mudahan UNBK tahun ini berjalan lancar dan sukses di sekolah kami,” kata Rahmadi.