Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Ternyata Naga Berasal Dari Kampung Ini
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Ternyata Naga Berasal Dari Kampung Ini

Tim Redaksi
Tim Redaksi 23 Mei 2018, 15.38
Share
dragon 3329567 1920
SHARE

TERAS7.COM – Cerita yang turun temurun di kisahkan kepada turunan warga Luklua, termasuk kepada penulis, yang kebetulan pernah berdiam di pinggir Sungai Luklua, cerita sepasang naga ini begitu melekat, meskipun dengan berbagai versi.

Luklua, sebuah kawasan pemukiman yang kini berstatus menjadi bagia Desa Jambu Hilir Kecamatan Kandangan. Nama Luklua sendiri oleh sebagian besar warga yang berdiam disana, merupakan sebuah nama yang merujuk pada mitos mengenai kejadian berubahnya sepasang suami istri menjadi naga yang kemudian turun ke sungai, sehingga nama Luk berasal dari kata Taluk, dan Lua adalah nama lain sebutan ular besar alias naga, Luklua, Taluk Naga.

sungai lukluaaa
Sungai Luklua kini menyempit dengan maraknya pembangunan di sekitar sungai

Menurut cerita yang beredar dan di yakini oleh warga setempat, terutama turunan asli yang juriatnya sudah berdiam ratusan tahun didaerah tersebut, dahulu sekali, ada sebuah keluarga yang pekerjaan sehari – harinya selain bertani adalah mencari ikan di anak sungai Amandit, di Kandangan.

Suatu ketika, meskipun sudah kesana kemari membawa tangguk besar untuk menangkap ikan, tidak ada seekor ikan pun yang bisa mereka tangguk (tangkap). Matahari pun sudah sangat menyengat balukuk (punggung) suami istri pencari ikan tersebut, namun karena ingat tidak ada ikan menemani nasi untuk makan mereka dan anak laki laki mereka dirumah, suami istri ini tidak berputus asa menangguk berharap dapat ikan.

Tangguk yang dibawa, tidak terhitung lagi diangkat berulang-ulang, akhirnya tangguk yang mereka gunakan terasa lebih berat, setelah diangkat terdapat sebutir telur yang sangat besar dibandingkan telur ayam.

Baca juga :

Ahli Waris dan Dzuriyat Sepakat Hibahkan Tanah untuk Pembangunan Majelis Taklim di Kandangan

Stunting, Belenggu Baru Masa Depan Generasi Bangsa

Dosen Poltekes Banjarmasin Menjawab, Makan Malam Bikin Gemuk, Mitos Atau Fakta

Karena tidak tahu telur apa yang di dapat, dan tidak seperti biasanya ada telur di sungai, telur tersebut mereka masukkan lagi ke dalam sungai. Anehnya, setiap kali mereka mengangkat tangguknya, telur tersebut masuk dalam tangguk, berulang kali pula telur kembali dimasukkan kedalam sungai.

Akhirnya, karena lelah menangguk tanpa satupun ikan yang di dapat, akhirnya telur itupun dibawa pulang. Sesampainya di rumah, anak kesayangan mereka sedang tidur pulas. Karena tidak mendapatkan ikan, maka telur itu pun direbus. Setelah matang, telur itu mereka makan sebagai lauk teman nasi.

Begitu perut mereka kenyang, keanehan terjadi, perlahan-lahan suami istri tersebut berganti rupa menjadi dua ekor naga yang besar. Tentunya hal ini membuat mereka terkejut, apalagi sang anak yang baru bangun tidur, yang ketika bangun langsung berhadapan dengan 2 naga besar.

Anak itu pun menjadi ketakutan, langsung dua naga tersebut menerangkan, bahwa mereka adalah orang tuanya, yang berubah menjadi naga setelah makan telur yang mereka dapat di sungai. Sang anak pun menangis karena sedih, melihat itu, kedua naga itu segera menjilati pipi putra mereka yang sangat mereka sayangi itu.

Setelah anaknya tenang, ayahnya menasehati, agar tidak makan telur di atas dulang. Telur itu adalah telur naga putih yang hidup di sungai tempat mereka sering mencari ikan dan siapa saja yang memakan telur itu akan menjadi naga seperti mereka.

Setelah meninggalkan pesan itu, kedua naga itu pun terjun ke dalam sungai dengan cara belungsur masuk ke dalam sungai. Sampai kini, tempat yang dipercaya sebagai lungsuran naga tersebut masih ada, terjepit diantara padatnya rumah warga.

Karena itu pulalah, daerah tersebut di kenal sebagai Luklua, karena di percaya di lokasi tersebut ada Taluk yang di huni naga, Luklua, Taluk Lua (naga). Bagi yang keturunan ‘langsung’ terutama yang wanita, ada kepercayaan apabila ingin menikah, maka salah satu prosesi bemandi mandi selalu disertai dengan campuran air Sungai Luklua dan Sungai Amandit, meskipun prosesi itu berada di luar pulau Kalimantan sekalipun.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
5 Reviews 5 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17

You Might Also Like

Ahli Waris dan Dzuriyat Sepakat Hibahkan Tanah untuk Pembangunan Majelis Taklim di Kandangan

Stunting, Belenggu Baru Masa Depan Generasi Bangsa

Dosen Poltekes Banjarmasin Menjawab, Makan Malam Bikin Gemuk, Mitos Atau Fakta

VLOG : Otewe To Haratai, Loksado, Ada Yang Manis

Longsoran! Akses Loksado – Kandangan Terputus

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?