TERAS7.COM – Video yang memperlihatkan sejumlah truk berlogo Koperasi Desa Merah Putih tengah mengantre mengambil stok barang di gudang milik PT Indomarco di Surabaya, Jawa Timur, mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.
Rekaman tersebut diunggah akun TikTok @anas_tralala dan memperlihatkan aktivitas distribusi kebutuhan pokok oleh armada koperasi desa di kawasan pergudangan distributor besar nasional.
Viralnya video itu langsung memicu perdebatan publik. Pasalnya, program Koperasi Desa Merah Putih sejak awal diperkenalkan sebagai langkah memperkuat ekonomi desa serta mendorong kemandirian usaha masyarakat dan pelaku UMKM lokal.
Namun, kemunculan armada koperasi yang justru mengambil barang dari jaringan distribusi perusahaan besar dinilai sebagian netizen bertentangan dengan semangat ekonomi kerakyatan yang selama ini digaungkan.
Beragam komentar pun bermunculan di media sosial.
“Kata nya mau nutup Indomaret dan alfa, lah dia sendiri belanja di indomarco,” tulis akun @D_f.
Komentar serupa juga disampaikan akun @dcab.
“Katanya mau bersaing sama indomaret,,, ehh malah belanja di gudangnya indomaret,” komentarnya.
Sementara akun @Riyadi Teknik menilai kondisi tersebut berpotensi semakin menguntungkan perusahaan besar di sektor distribusi.
“Malah nguntungin pemain besar,” tulisnya.
Meski menuai kritik, sebagian netizen memilih melihat program tersebut secara lebih terbuka dan meminta masyarakat tidak terburu-buru memberi penilaian negatif.
“Kita lihat aja dulu.. kalau suatu saat tidak berhasil baru kita kritisi.. jadilah warga yg mendukung program pemerintah. semuanya kan perlu dicoba,” tulis akun @MANIK Music & Sound.
Diketahui, nama PT Indomarco sendiri berkaitan dengan dua perusahaan besar di bawah naungan Salim Group milik konglomerat Anthony Salim.
Perusahaan pertama adalah PT Indomarco Prismatama yang mengelola jaringan minimarket Indomaret dan dikenal sebagai pelopor sekaligus jaringan minimarket waralaba terbesar di Indonesia.
Sementara perusahaan kedua yakni PT Indomarco Adi Prima bergerak di bidang distribusi dan logistik berbagai produk kebutuhan konsumen, termasuk produk-produk dari Indofood.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait pola kerja sama distribusi maupun skema pengadaan barang antara Koperasi Desa Merah Putih dengan pihak distributor yang terlihat dalam video viral tersebut.