Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Wacana Pilkada Lewat DPRD Disorot Mahasiswa, Dinilai Ancaman bagi Demokrasi Lokal
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Wacana Pilkada Lewat DPRD Disorot Mahasiswa, Dinilai Ancaman bagi Demokrasi Lokal

M. Halim Ihsan
M. Halim Ihsan 4 Februari 2026, 21.01
Share
IMG 20260204 210034
Foto bersama peserta Seminar Publik dengan para Narasumber. (Foto: Hasan)
SHARE

TERAS7.COM – Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD kembali menuai sorotan. Isu tersebut dibahas dalam seminar publik hasil kolaborasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sapta Mandiri, Fraksi Literasi Muda, dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer (HIMAKOM), Rabu (4/2/2026), di Aula Kampus Universitas Sapta Mandiri.

Seminar bertema “Wacana Pilkada Melalui DPRD” itu diikuti puluhan mahasiswa yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu demokrasi lokal.

Ketua Fraksi Literasi Muda yang juga tergabung dalam HIMAKOM, Muhammad Halim Ihsan, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai respons atas kembali mencuatnya wacana pilkada melalui DPRD setelah beberapa tahun terakhir diterapkan secara langsung oleh rakyat.

Menurutnya, isu ini krusial karena menyangkut kualitas demokrasi daerah dan hak konstitusional warga negara.

“Kami melihat pentingnya membuka ruang diskusi publik agar masyarakat mendapatkan gambaran utuh dan berimbang terkait wacana pilkada melalui DPRD, tidak hanya dari sudut pandang elite politik di parlemen,” ujarnya.

Baca juga :

Momentum Maulid Nabi, Bupati Tanah Bumbu Ajak Warga Perkuat Kebersamaan

Pemkab Asahan Siap Gelontorkan Dana Rp 1 M Buat Rehabilitasi Irigasi Silau Maraja

Jembatan Perintis Garuda Sepanjang 87 Meter di Asahan Bakal Rampung

Salah satu narasumber, Pengamat Politik Banua, Kadarisman, menilai mekanisme pilkada melalui DPRD berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama dalam aspek akuntabilitas dan kedekatan kepala daerah dengan masyarakat.

Ia menegaskan, sistem pemilihan langsung sejak era reformasi telah membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas.

“Jika dikembalikan ke DPRD, pertanyaannya bagaimana kontrol publik terhadap calon kepala daerah? Bagaimana menjamin prosesnya tidak sekadar transaksi politik antarpihak?” paparnya.

Sementara itu, Ketua BEM Universitas Sapta Mandiri, Abdullah, menyoroti tingginya risiko politisasi dan praktik transaksional apabila pilkada dilaksanakan secara tidak langsung.

Menurutnya, berbagai kajian menunjukkan skema tersebut rentan terhadap politik uang dan kesepakatan tertutup yang dapat mempersempit ruang aspirasi rakyat.

“Pilkada langsung memang memiliki kekurangan, tapi solusinya adalah memperkuat pengawasan dan penegakan hukum, bukan justru menarik kembali hak rakyat untuk memilih,” tegasnya.

Di sisi lain, narasumber dari Kesbangpol Kabupaten Balangan, yang akrab disapa Bang Donald, menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pilkada langsung, termasuk tingginya biaya politik, polarisasi masyarakat, dan praktik money politics.

Ia menilai perdebatan mekanisme pilkada tidak boleh berhenti pada soal langsung atau tidak langsung semata, tetapi juga harus menyentuh penguatan sistem partai politik, etika politik, serta pendidikan demokrasi.

“Pilkada adalah sarana pendidikan politik bagi publik. Apa pun mekanismenya ke depan, prinsip kedaulatan rakyat, partisipasi luas, dan transparansi harus tetap dijaga,” ujarnya.

Sejumlah peserta seminar juga menyampaikan keprihatinan terhadap upaya perubahan sistem pilkada yang dinilai terlalu cepat tanpa melibatkan partisipasi publik secara luas.

Mahasiswa menilai, perubahan besar dalam sistem pemilu daerah seharusnya dibahas melalui dialog nasional yang inklusif, bukan hanya di ruang-ruang elite.

“Kami berharap diskusi ini berlanjut ke rekomendasi kebijakan dan edukasi publik agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton,” tutur salah satu peserta seminar.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love1
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17

You Might Also Like

Momentum Maulid Nabi, Bupati Tanah Bumbu Ajak Warga Perkuat Kebersamaan

Pemkab Asahan Siap Gelontorkan Dana Rp 1 M Buat Rehabilitasi Irigasi Silau Maraja

Jembatan Perintis Garuda Sepanjang 87 Meter di Asahan Bakal Rampung

114 Unit KDMP Bakal Berdiri di Asahan

Pemkab Tapin Siapkan RMU, BUMD Pangan Ditarget Jadi Penguat Hilirisasi Pertanian

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?