Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Salah Input Rp 5,1 Triliun, Akademisi: Bank Kalsel Jahiliyah!
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Salah Input Rp 5,1 Triliun, Akademisi: Bank Kalsel Jahiliyah!

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 22 November 2025, 12.21
Share
IMG 20251122 113904
Dr. Muhammad Uhaib As’ad, M.Si, Akademisi sekaligus Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Bunga Kalimantan serta Sekretaris Eksekutif Yayasan Pendidikan Bina Ilmu, STIMIK Indonesia Banjarmasin. (Foto: ist)
SHARE

TERAS7.COM – Kesalahan Bank Kalsel dalam penginputan kode administrasi perbankan hingga membuat dana Rp5,1 triliun tercatat sebagai milik Pemerintah Kota Banjarbaru terus menuai sorotan.

Sebagaimana klarifikasi Bank Kalsel, hal tersebut terjadi akibat kesalahan teknis pada sistem internal, tepatnya pada penginputan kode Golongan Pihak Lawan (GPL).

Akibatnya, 13 rekening milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan total saldo Rp4,746 triliun sempat tercatat sebagai milik Pemerintah Kota Banjarbaru.

Belakangan diketahui, jika dana milik Pemprov Kalsel tersebut tersimpan dalam bentuk giro dan deposito, dengan porsi terbesar berupa deposito senilai Rp3,9 triliun.

Namun penjelasan itu dinilai tidak logis oleh Dr. Muhammad Uhaib As’ad, M.Si, Akademisi sekaligus Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Bunga Kalimantan serta Sekretaris Eksekutif Yayasan Pendidikan Bina Ilmu, STIMIK Indonesia Banjarmasin.

Baca juga :

KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati

Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?

Anak Belajar dari Apa yang Dilihat, Andi Irmayani Ingatkan Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru

Menurut Uhaib, alasan kejadian itu hanyalah “salah input” oleh perbankan sekelas Bank Kalsel tidak masuk akal dan sulit diterima oleh logika publik.

“Masa bank seperti Bank Kalsel bisa salah input untuk uang triliunan? Ini bukan uang satu juta, dua juta. Anak kecil saja tahu ini seperti akal-akalan,” ujarnya.

Uhaib menilai penjelasan tersebut justru mencoreng nama baik Pemko Banjarbaru yang sempat disebut memiliki dana jumbo tanpa dasar.

“Kasihan Banjarbaru. Ibu Lisa Halaby harusnya protes keras. Kalau saya jadi Wali Kota, pasti saya tuntut, karena ini sama saja melecehkan Pemko Banjarbaru,” tegasnya.

Menurutnya, penjelasan Bank Kalsel terkait “salah input” itu justru menunjukkan buruknya profesionalitas dalam lembaga perbankan yang seharusnya memiliki sistem pengamanan berlapis.

“Ini uang triliunan, kok bisa dibilang salah input? Ini cara-cara dungu di era keterbukaan seperti sekarang, wajar masyarakat sinis,” katanya.

Uhaib bahkan membandingkan kasus “salah input” itu dengan praktik perbankan tradisional, dan menyebut Bank Kalsel melakukan kesalahan bak zaman jahiliyah.

“Di kampung itu ada bank plecit untuk menggadaikan barang. Masa bank modern melakukan kesalahan seperti zaman jahiliyah? Tidak masuk akal, pegawainya harusnya profesional,” ungkapnya.

“Karena zaman sekarang orang bicara akuntabilitas, bicara transparansi. Tapi masih saja ada cara-cara jahiliyah dilakukan di dalam perbankan,” tambahnya.

Lebih jauh, Uhaib membuka kemungkinan bahwa alasan “salah input” hanya menjadi upaya meredam reaksi publik setelah muncul kehebohan mengenai dana triliunan tersebut.

“Kita tidak tahu apakah benar salah input atau sengaja dibuat begitu hanya untuk meredam protes publik,” ujarnya.

Uhaib juga menilai kasus ini tidak bisa dianggap sebagai hal biasa, dan meminta KPK bertindak karena terindikasi adanya dugaan korupsi.

“Menurut saya, KPK perlu turun tangan, jangan-jangan ada indikasi korupsi. Saya juga sudah menghubungi teman-teman di KPK agar memeriksa pejabat yang terkait,” ungkapnya.

Bagi Uhaib, jika sistem perbankan di Bank Kalsel berjalan profesional, maka kesalahan administrasi dengan nilai sebesar itu tidak seharusnya terjadi

“Uang triliunan tidak mungkin salah input begitu saja. Saya melihat ini seperti sandiwara saja. Sangat tidak masuk akal kalau benar-benar disebut salah input,” tukasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise1
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

WhatsApp Image 2026 09 07 at 22.02.01
Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?
7 September 2026, 20.50
Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty e1788949271587
Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
9 September 2026, 18.23
2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
WhatsApp Image 2026 09 05 at 09.32.47 1024x575 1
Bupati Tanah Bumbu Minta Pejabat Pengawas Pangkas Proses Kerja yang Berbelit
7 September 2026, 16.35

You Might Also Like

KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati

Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?

Anak Belajar dari Apa yang Dilihat, Andi Irmayani Ingatkan Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Anjing Liar Resahkan Warga Gang Kancil Banjarbaru, Liana Cari Solusi Penanganan Tanpa Kekerasan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?