Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Pedoman Penanganan Covid-19 Direvisi, Kabupaten Banjar Berpotensi Jadi Daerah Hijau
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Pedoman Penanganan Covid-19 Direvisi, Kabupaten Banjar Berpotensi Jadi Daerah Hijau

Rizki Saputera
Rizki Saputera 16 Juli 2020, 15.53
Share
IMG 20200716 WA0017
SHARE

TERAS7.COM – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Banjar terus bertambah, namun disisi lain jumlah kasus sembuh dari virus asal Negeri Tirai Bambu ini juga bertambah lebih banyak.

Hal ini diungkapkan Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banjar, dr. Diauddin saat video conference bersama Jurnalis Banjar pada Kamis (16/7).

“Kasus positif di tempat kita bertambah 17 orang, jadi jumlah kasus positif menjadi 457 kasus. Sementara jumlah kesembuhan bertambah 30 orang menjadi 144 orang, termasuk anak panti yang terkonfirmasi positif. Tapi masih ada selisih input karena kita mendapat data mentah, sehingga perlu diolah terlebih dahulu,” ujarnya.

IMG 20200716 WA0018

Sementara dari kasus positif tersebut, jumlah pasien yang di opname sebanyak 30 orang dan tersebar di seluruh Kalsel, tinggal 20 orang yang menjalani karantina terpusat dan sisanya menjalani isolasi mandiri.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Obat Batuk Seledryl Jadi Tren Nge-Fly Remaja, RSUD Raza Ingatkan Dampak Fatalnya

Kadinkes Banjar ini mengungkapkan Pemerintah Pusat sudah menerbitkan revisi ke 5 pedoman Penanganan Covid-19 yang isinya memiliki perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan 4 revisi sebelumnya.

“Ada banyak perbedaan, misalnya istilah ODP, PDP dan sebagainya diganti dengan suspek dan sebagainya. Tapi untuk menerapkan perubahan ini kita masih menunggu arahan dari Gugus Tugas Provinsi,” bebernya.

IMG 20200716 WA0017

Diauddin menambahkan kemungkinan Kabupaten Banjar akan menjadi daerah hijau karena penentuan sembuh tidak lagi memakai tes swab dan PCR, cukup menjalani isolasi selama 10 hari bagi orang tanpa gejala setelah terkonfirmasi positif. Sedangkan bagi yang memiliki gejala harus menunggu sembuh dulu dan kemudian ditambah beberapa hari.

“Implikasinya jumlah yang sembuh akan meningkat karena banyak yang positif ditempat kita sudah menjalani isolasi lebih dari 1 bulan. Apalagi hasil swab sering terlambat kita terima, ada kemungkinan yang dinyatakan posotif karena menunggu hasil swab keluar 10 hari kemudian langsung dinyatakan sembuh,” bebernya.

Dengan jelasnya masa isolasi ini membuat masyarakat, terutama yang terkonfirmasi positif tidak perlu takut lagi, ditambah lagi hasil swab sudah mulai cepat keluar dibandingkan sebelumnya karena hanya membutuhkan waktu 2 hari karena pemeriksaannya dilakukan tersebar di beberapa rumah sakit yang memiliki kemampuan melakukan deteksi.

Seseorang dinyatakan terinfeksi pun tidak lagi harus menjalani tes swab, jika ada gejala dan hasil rontgen. Walaupun menunggu arahan provinsi, Gugus Tugas Covid-19 Banjar beber Diauddin akan mencoba menerapkan pedoman tersebut selama 10 hari ke depan.

IMG 20200716 WA0014

Jubir Gugus Tugas ini menambahka walaupun pedoman baru tersebut membuat tingkat kesembuhan menjadi tinggi, namun Guest House Sultan Sulaiman yang sudah dipersiapkan akan tetap digunakan.

“Guest House tetap kami gunakan untuk menghindari gejolak sosial di masyarakat. Selain itu juga akan kami fungsikan sebagai rumah sakit lapangan untuk pasien yang dicurigai positif dengan gejala ringan dan sedang, sehingga pasien tidak dipulangkan, tapi langsung mendapatkan penanganan dan dipantau. Selain itu ruang isolasi di rumah sakit bisa kita fungsikan hanya untuk pasien positif dengan gejala berat saja,” ungkapnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
5 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Obat Batuk Seledryl Jadi Tren Nge-Fly Remaja, RSUD Raza Ingatkan Dampak Fatalnya

Perkuat Kesiapsiagaan Wilayah, Kecamatan Beruntung Baru Gelar Bimtek dan Pelatihan Satlinmas

RIPS 2025–2045 Resmi Dibahas, Kabupaten Banjar Fokus Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?