TERAS7.COM – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO beberapa waktu yang lalu mengeluarkan statemen bahwa Coronavirus Baru yang menyebabkan pandemi Covid-19 menular lewat udara.
Namun, sudah sejak lama kalangan kesehatan menduga penularan lewat udara telah terjadi, salah satunya adalah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjar, dr. Diauddin.
Pria yang menjabat sebagai Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banjar ini sudah sejak lama mencurigai kemungkinan penyebaran Covid-18 lewat udara.
“Tak menutup kemungkinan penyebarannya lewat udara atau airborne. Kita mencurigai ini karena penyebarannya yang sangat cepat, kemungkinan tidak melalui droplet saja,” ungkapnya.
Diauddin melanjutkan ia masih menunggu penelitian lebih lanjut, namun ia memastikan penularan lewat udara memang terjadi, tapi dalam kondisi tertentu seperti di dalam ruangan dengan ventelasi yang kurang dan pengap, tidak seperti penyebaran influenza pada umumnya.
“Dalam tindakan medis tertentu pun bisa terjadi, misalnya sangat kita memasangkan alat pada pasien positif yang menderita asma, sehingga virus tersebar melalui udara dan banyak petugas medis yang terpapar,” bebernya.
Jika penyebaran Covid-19 benar-benar terjadi lewat udara, pencegahan yang dilakukan pun tetap sama, yaitu tetap menggunakan masker.
“Tapi kita harus lebih waspada, tetap gunakan masker. Juga jangan turunkan masker ke dagu, kalau bisa lepas saja. Kemudian jaga jarak dan cuci tangan. Mungkin tambahannya harus mengatur ventilasi rumah atau tempat kerja,” katanya.
Untuk ruang kerja yang memang dibuat sengaja tertutup karena memakai pendingin ruangan dan tak memungkinkan untuk dibuka, Diauddin meminta agar saat ruangan harus berjaga-jaga.
“Jika di dalam ruangan ber AC, tetap pakai masker saat berbicara agar virus tak menyebar kemana-mana,” pungkasnya.