TERAS7.COM – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra kepada 8.003 keluarga di Kabupaten Tanah Bumbu tidak hanya menjadi instrumen perlindungan sosial, tetapi juga memicu perputaran ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Dengan total dana mencapai Rp7,2 miliar yang bersumber dari APBN dan tersalurkan hingga akhir November 2025, bantuan ini diperkirakan langsung menggerakkan transaksi di pasar-pasar tradisional, warung sembako, jasa transportasi, serta pedagang kecil.
Kepala Dinas Sosial Tanah Bumbu, Liana Hamita, menyebut bantuan ini memiliki dampak ganda bagi masyarakat. Selain meringankan beban penerima, dana tersebut langsung kembali beredar di Tanah Bumbu dalam bentuk konsumsi kebutuhan harian.
“BLTS Kesra ini bukan hanya membantu keluarga kurang mampu, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal. Ketika bantuan diterima, uang itu langsung berputar di tingkat desa dan kecamatan,” ujarnya.
Proses penyaluran berjalan melalui Kantor Pos Simpang Empat dan beberapa unit di kecamatan lain, seperti Kusan Hulu, Teluk Kepayang, dan Kuranji. Distribusi dilakukan bertahap dan terpantau lancar dengan capaian sekitar 80 persen hingga 30 November 2025.
Bagi penerima manfaat yang sedang sakit atau tidak memungkinkan datang ke lokasi, petugas melakukan penyaluran langsung ke rumah, memastikan tidak ada warga yang terlewat.
Liana menambahkan, selain memaksimalkan distribusi, pemerintah juga membuka ruang pendataan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria namun belum terdaftar agar dapat diusulkan melalui mekanisme Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Penyaluran BLTS Kesra tahun ini menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta menstimulasi aktivitas ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi nasional.