Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Di Usia 30 Tahun Manusia Menjadi Dewasa, Ini Faktanya
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Di Usia 30 Tahun Manusia Menjadi Dewasa, Ini Faktanya

Salim Ma'ruf
Salim Ma'ruf 23 Agustus 2019, 00.29
Share
barefoot bright close up 2805384
Pexels.com
SHARE

TERAS7.COM – Banyak orang yang menganggap kedewasaan seseorang dimulai pada saat usia di atas 18 tahun, namun pada kenyataannya kita banyak menemukan orang yang sudah berusia 20 tahun masih terlihat seperti kanak-kanak.

Berdasarkan penelitian terbaru ternyata kita tidak benar-benar menjadi dewasa sampai usia 30 tahun. Dilansir dari kompas.com, menurut profesor Peter Jones dari Universitas Cambridge apa yang dikatakan mengenai definisi kapan perpindahan masa menjadi dewasa yang terlihat semakin absurd. Menurutnya pula, perpindahan ini merupakan transisi yang lebih bernuansa yang berlangsung selama 3 dekade.

Sisem saraf dan otak usia kedewasaan seseorang berbeda-beda. Peneliti menyebutkan orang-orang yang masih berusia 18 tahun masih mengalami banyak perubahan di dalam otaknya. Perubahan-perubahan tersebut berdampak pada perilaku yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental.

Selain itu, berbagai sistem dalam kehidupan ini, seperti sistem kesehatan, sistem pendidikan dan sistem hukum membuat seseorang nyaman untuk dirinya sendiri dengan definisinya. Contohnya, di Inggris yang usianya 18 tahun bisa memberikan suaranya dalam pemilu, mendapatkan surat hipotek, membeli alkohol dan jika bermasalah dengan polisi akan mendapatkan perlakuan sebagai orang dewasa.

Menurut Jones, sistem inilah yang beradaptasi dengan bersembunyi, bahkan orang tidak menyukai gagasan perubahan ulat menjadi kupu-kupu.

Baca juga :

TOT Regional Kalimantan 2024, Sekjend PP KMHDI: Jadilah Pelopor Kaderisasi!

Maraknya Karhutla di Indonesia, BNPB: 99 Persen Faktor Manusia

Dosen Poltekes Banjarmasin Menjawab, Makan Malam Bikin Gemuk, Mitos Atau Fakta

“Orang-orang seperti berada dilintasan, tidak ada masa kanak-kanak dan kemudian berubah menjadi dewasa”, ujar Jones menambahkan. Banyak perempuan yang baru menyadari menjadi ibu saat usianya 33 tahun.

Pendapat tersebut hampir sama seperti yang penelitian yang dilakukan oleh ahli bedah plastik Harley Street di London, perempuan mulai berbuah menjadi sosok ibu pada saat usia 30 tahun.

Perempuan memiliki kecenderungan untuk mengadopsi sikap serta selera yang sama seperti ibunya dalam tahun-tahun pertama setelah memiliki anak pertama. Hasil dalam penelitian ini lebih dari 50% perempuan yang disurvai mengaku berhenti berontak terhadap ibu mereka saat memasuki usia 30 tahun.

Masa transisi akan berhenti pada saat usia 30 tahunan. Hal ini sama seperti pendapatnya Dr. Frances E Jensen, seorang penulis yang mengatakan bahwa otak manusia akan berhenti berkembang sepenuhnya saat usianya mencapai 30 tahun. Jika perkembangan otak berlangsung secara berkepanjangan maka memungkinkan manusia mempelajari konsep baru dengan lebih cepat.

Setelah usia 30 tahun, kepribadian cenderung tidak akan banyak berubah dan menstabilkan masa dewasa. Setelah usia 30, 35 tahun kepribadian akan mengalami sedikit perubahan jika dibandingkan dengan fase sebelumnya.

Banyak dari kita di beberapa titik kehidupan yang berubah menjadi orang tua. Hal ini menjadi sesuatu yang patut dirayakan, mengapa demikian? Karena menjadi orang tua dan faktor gaya hidup memiliki peranan penting menjadikan seseorang dewasa.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17

You Might Also Like

TOT Regional Kalimantan 2024, Sekjend PP KMHDI: Jadilah Pelopor Kaderisasi!

Maraknya Karhutla di Indonesia, BNPB: 99 Persen Faktor Manusia

Dosen Poltekes Banjarmasin Menjawab, Makan Malam Bikin Gemuk, Mitos Atau Fakta

Pemegang Kitab Barencong, Menceburkan Diri Ke Sungai Tanpa Membasahi Pakaian, Sholat Tanpa Jejakkan Kaki di Lantai

Hari Ini Sungai Amandit Berangsung Normal, BPBD HSS Minta Tetap Waspada

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?