Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Dinsos Kalsel: Jumlah Lansia Terlantar Cukup Tinggi
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Dinsos Kalsel: Jumlah Lansia Terlantar Cukup Tinggi

Tim Redaksi
Tim Redaksi 24 September 2024, 06.58
Share
7a9f78bc 4baa 449d b6ee 40c2a311a656 1024x768 1
Rapat Koordinasi (Rakoor) Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia tahun 2024, pada Senin (23/09/2024). (Foto: MC Kalsel)
SHARE

TERAS7.COM – Jumlah orang lanjut usia terlantar di Kalimantan Selatan ternyata cukup tinggi. Hal ini tentu menjadi permasalahan yang harus segera dipecahkan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam hal ini Dinas Sosial.

Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas dan Lanjut Usia Dinsos Kalsel, Yudhiana Khusnan dalam Rapat Koordinasi (Rakoor) Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia tahun 2024, pada Senin (23/09/2024).

“Yaitu jumlah Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) masih cukup tinggi. Inilah termasuk di dalamnya lanjut usia. Jumlah lanjut usia terlantar yang masih cukup tinggi ini menyertakan berbagai permasalahan yang cukup kompleks, sehingga menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam memecahkannya,” kata Yudhi, dilansir dari MC Kalsel.

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalsel 2021-2026, pihaknya termasuk pada misi kedua yaitu mendorong ekonomi yang merata, dan misi ke lima yaitu menjaga kelestarian lingkungan hidup dan memperkuat ketahanan bencana.

Oleh karena itu, dijelaskan Yudhi, untuk mencapai target pemecahan permasalahan tersebut sangat diperlukan strategi dan kebijakan serta program dan kegiatan yang tepat guna dan tepat sasaran.

Baca juga :

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

“Perlu diselenggarakan langkah-langah strategis berupa kegiatan yang dapat memadukan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan Dinsos Provinsi dan Dinsos Kabupaten/Kota agar tercapai sinkronisasi kegiatan rehabilitasi sosial lanjut usia secara menyeluruh komprehensif sebagai optimalisasi pencapaian dan program-program pembangunan bidang kesejahteraan sosial, yang menjadi bagian penting dari proses pembangunan Kalsel,” kata Yudhi.

Yudhi melanjutkan, rehabilitasi sosial yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi adalah rehabilitasi sosial di dalam panti, sedangkan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota adalah rehabilitasi sosial di luar panti, baik yang berbasis di keluarga dan masyarakat.

“Prinsip dasar rehabilitasi sosial secara umum terbagi menjadi tiga, yakni rehabilitasi sosial yang berbasis keluarga, rehabilitasi sosial yang berbasis komunitas/masyarakat, dan yang terakhir adalah rehabilitasi sosial yang berbasis residensial,” ujar Yudhi.

Dirinya pun berharap dengan dilaksanakannya rapat koordinasi rehabilitasi sosial lanjut usia Provinsi Kalsel 2024 ini menjadi langkah awal untuk pemecahan permasalahan-permasalahan lanjut usia, serta dapat meningkatkan pelayanan dalam menangani lanjut usia di Kalsel.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diikuti sebanyak 30 peserta yang berasal dari 13 Kabupaten/Kota dan pemateri oleh BKKBN Provinsi Kalsel, Dinsos Kota Banjarbaru, Direktorat Lanjut Usia Kemensos, dan Dinsos Provinsi Kalsel.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
5 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

Andi Irmayani Tekankan Pentingnya Adab ke Siswa Sekolah Rakyat Tanah Bumbu

Kunjungi Sekolah Rakyat, Andi Irmayani Dorong Budaya Membaca untuk Bentuk Karakter Anak

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?