TERAS7.COM, MARTAPURA – DPRD Kabupaten Banjar menyoroti sikap manajemen PS Barito Putera usai insiden tidak mengenakkan yang dialami Wakil Ketua I DPRD Banjar, Irwan Bora, saat menghadiri pertandingan klub tersebut melawan Dewa United beberapa waktu lalu.
Dalam Rapat Paripurna yang digelar Kamis (8/5/2025) siang, Irwan menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar pertemuan khusus bersama manajemen Barito Putera. Pertemuan ini, menurutnya, penting untuk menegaskan fungsi kelembagaan DPRD serta menjaga hubungan yang sehat antar institusi.
“Habis Paripurna ini ada rapat dengan manajemen Barito. Ini rapat yang sangat penting karena menyangkut fungsi pengawasan. Saya harap seluruh unsur pimpinan bisa hadir,” ujarnya di hadapan anggota dewan dan tamu undangan.
Pernyataan Irwan diperkuat Wakil Ketua II DPRD Banjar, Akhmad Rizani Ansharie. Ia membeberkan bahwa Irwan sempat mendapatkan perlakuan tidak pantas dari panitia pelaksana saat hendak menghadiri laga Barito Putera sebagai perwakilan resmi DPRD.
“Pak Irwan saat itu datang mewakili Ketua DPRD karena ada undangan resmi Forkopimda. Tapi malah diusir, padahal undangan ada di tangan beliau. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Rizanie.
Ia menilai, perlakuan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap lembaga DPRD. Menurutnya, bukan hanya soal individu, tapi menyangkut martabat kelembagaan.
“Kalau seperti ini terus, bagaimana dengan Forkopimda lain? Kalau yang diusir itu Kapolres atau Dandim, apakah juga diperlakukan sama? Maka, kita perlu duduk bersama untuk meluruskan hal ini,” tutupnya.
Pertemuan DPRD Banjar dengan manajemen PS Barito Putera dijadwalkan berlangsung usai Rapat Paripurna. Dewan menegaskan, dialog ini akan difokuskan pada klarifikasi dan etika protokoler antar lembaga agar kejadian serupa tidak terulang.