TERAS7.COM – Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Awaludin, menyatakan kesiapannya mendukung Desa Bumi Asih sebagai salah satu wilayah penyangga pangan di Bumi Saijaan.
Hal itu disampaikan Awaludin saat menghadiri panen raya di Desa Bumi Asih, Kecamatan Kelumpang Selatan, Selasa (16/09/2025).
“Kami berkomitmen untuk mendukung penuh program pertanian di Kotabaru,” ujarnya.
Awaludin menjelaskan, DPRD selalu mendorong program swasembada pangan yang dijalankan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kotabaru. Ia juga memastikan bahwa berbagai kebutuhan kelompok tani akan diupayakan melalui anggaran 2026.
“Insya Allah, pada tahun mendatang kami akan kawal melalui APBD 2026 untuk fasilitas pendukung pertanian yang diusulkan kelompok tani Harapan Bersama,” katanya.
Menurut dia, sejumlah fasilitas seperti pembangunan jalan usaha tani dan bendungan akan menjadi prioritas, agar sektor pertanian di Desa Bumi Asih semakin produktif.
“Semua ini untuk kemajuan pertanian dan meningkatkan produktivitas padi guna mendukung cita-cita Presiden RI Prabowo Subianto mencapai swasembada pangan, terutama di Kabupaten Kotabaru,” terangnya.
Awaludin juga mengapresiasi kelompok tani Harapan Bersama atas keberhasilan melaksanakan panen padi sawah.
“Kami menyampaikan terima kasih dan bangga atas kerja keras para petani yang terus berupaya meningkatkan produktivitas pangan,” tuturnya.
Ia berharap perluasan lahan sawah di berbagai wilayah dapat semakin memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Plt. Kepala DKPP Kotabaru, Sarawani, menyebut panen padi sawah seluas 25 hektare di Desa Bumi Asih merupakan hasil kerja sama berbagai pihak.
“Dukungan bagi petani tidak hanya dari APBD kabupaten, tetapi juga melalui pengajuan ke pemerintah provinsi dan dinas terkait,” kata Sarawani.
Ia memastikan pihaknya akan terus mengusulkan bantuan fasilitas pertanian ke pemerintah provinsi maupun kementerian terkait.
“Alhamdulillah, panen kali ini menghasilkan produktivitas 10,5 ton per hektare gabah kering,” ujarnya.
Sarawani menambahkan, kelompok tani Harapan Bersama menggunakan benih padi hibrida Supadi 56 dengan masa tanam 110 hari dan harga jual gabah kering panen Rp6.500 per kilogram.
Ia berharap panen di berbagai wilayah Kotabaru dapat semakin memperkuat upaya menuju swasembada pangan sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.