TERAS7.COM – Isu mengenai raibnya dana sebesar Rp2,6 miliar di Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru yang diduga melibatkan bendahara berinisial IS memunculkan perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, langsung memerintahkan Sekda Kota, Inspektorat, serta Kepala Dinas Kesehatan untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut.
“Jika terbukti benar, sanksi akan diberikan sesuai ketentuan dan dana yang disalahgunakan harus dikembalikan ke kas daerah,” ujar Lisa.
Wali kota perempuan pertama di Kalimantan Selatan itu juga menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memperkuat sistem pengawasan internal. Menurutnya, pengelolaan anggaran adalah amanah besar yang tidak boleh disalahgunakan.
“Ini bagian dari kewajiban menjaga amanah rakyat dan memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai aturan,” tambahnya.
Lisa menegaskan bahwa selama proses penyelidikan berlangsung, pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga akuntabilitas dan keterbukaan informasi kepada publik.
“Langkah cepat dan transparan ini merupakan komitmen kami dalam menegakkan integritas dan akuntabilitas. Penyelesaian akan dilakukan hingga jelas dan tuntas, dengan mengutamakan kepentingan publik,” katanya.
Ia menegaskan tidak akan mentoleransi penyalahgunaan anggaran sekecil apa pun. “Setiap pengeluaran harus sesuai SOP dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Lisa.
Sementara itu, Ketua Forum Pemerhati Kebijakan Daerah (FPKD), Edy Saifuddin, bersama penasehat forum, Ahmad Yanni Makkie, menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Wali Kota Banjarbaru. Mereka menilai instruksi untuk melakukan pemeriksaan dan audit khusus di Dinas Kesehatan merupakan langkah penting dalam memastikan transparansi.
Menurut FPKD, tindakan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mencegah dan menindak potensi penyimpangan anggaran di lingkungan kerja. Forum tersebut juga menyebut bahwa harapan masyarakat Banjarbaru terhadap kepemimpinan yang bersih dan berintegritas mendapat respons positif melalui langkah yang diambil wali kota.