TERAS7.COM – Grand Tan Banjarmasin & Convention Center resmi meluncurkan Ramadhan Iftar Package 2026 bertajuk “Jejak Rempah Nusantara” di Sevara Restaurant, Kamis (19/2/2026).
Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi hotel dalam menangkap momentum Ramadan sekaligus mendorong peningkatan okupansi dan reservasi selama bulan suci.
Hotel Manager Grand Tan Banjarmasin, Denny Riffanie, menjelaskan bahwa konsep “Jejak Rempah Nusantara” terinspirasi dari perjalanan sejarah rempah yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam serta perkembangan kuliner di Indonesia.
“Dari jejak rempah Nusantara lahir menu-menu khas Indonesia. Kami ingin menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang hangat, autentik, dan penuh makna. Setiap hari ada signature menu yang berbeda,” ujarnya.
Konsep tersebut memadukan ragam hidangan Nusantara dengan sentuhan kuliner Arabian seperti nasi mandi, nasi briyani, dan menu khas Timur Tengah lainnya. Salah satu daya tarik utama adalah sajian dari wajan raksasa yang diklaim menjadi salah satu yang terbesar dibandingkan unit hotel lain.

Dengan harga Rp135.000 per pax, tamu dapat menikmati hidangan all you can eat dengan variasi menu yang beragam. Segmentasi yang dibidik pun luas, mulai dari keluarga, komunitas, hingga agenda reuni dan buka puasa bersama (bukber) perusahaan.
Tak hanya mengandalkan konsep dan harga kompetitif, Grand Tan juga menyiapkan berbagai doorprize menarik. Setiap pekan, satu pemenang berkesempatan mendapatkan hadiah satu kamar Deluxe, voucher berenang, hingga voucher iftar.
Menjelang akhir Ramadan, akan dilakukan pengundian hadiah utama berupa elektronik seperti kulkas, mesin cuci, sepeda, setrika, dan kipas angin.
“Kami berharap dengan konsep yang kuat, harga terjangkau, serta berbagai hadiah menarik, semakin banyak tamu yang reservasi hotel maupun berbuka puasa bersama rekan kerja, keluarga, atau teman reuni di sini,” tambah Denny.
Melalui Ramadhan Iftar Package 2026 ini, Grand Tan Banjarmasin menegaskan komitmennya menghadirkan pengalaman hospitality yang tidak hanya berorientasi pada sajian kuliner, tetapi juga memperkuat nilai sejarah, budaya, dan kebersamaan di momen Ramadan.