Saat berumur 18 tahun, terang Hasnur, almarhum ayahnya sudah menikah dengan almarhum ibundanya dan kemudian mendirikan perusahaan yang diberi nama Hasnur Group yang merupakan singkatan dari nama Haji Abdussamad Sulaiman dan mama Nurhayati.
Setelah usia abah ke-40 tahun, tepatnya 21 April 1988 (atau 30 tahun lalu), ujar anak ke-4 dari 7 bersaudara itu, ayahnya menghadapi sebuah operasi besar dan sempat bercita-cita untuk mengabdikan diri terhadap masyarakat banua.
Dari situlah, lanjut Hasnur, maka lahirlah PS Barito Putera pada tanggal 21 April 1988 karena merupakan kecintaan abah terhadap masyarakat banua.
Kemudian 8 tahun yang lalu ayahnya mendirikan Yayasan Hasnur Center yang di dalamnya terdapat SMA Global Islamic Boarding School (GIBS) yang berada di Batola serta membangun Politiknik Hasnur dengan tujuan membangun SDM masyarakat Kalsel dan mengelola SDA untuk kemaslahatan umat.
Cita-cita itulah, tutur Hasnur, yang diamanahkan mendiang ayahnya agar mengabdikan diri melalui peninggalan usaha.
“Kami atas nama keluarga besar HA Sulaiman kesediaan bapak ibu untuk bisa dianggap sebagai saudara dan keluarga, karena sejatinya kita masyarakat banua tercinta memang berkeluarga. Mudah-mudahan kami bisa melanjutkan cinta dan pengabdian abah (ayah) terhadap Islam dan masyarakat banua, nusa dan bangsa tercinta,” katanya.
Haul ke-3 HA Sulaiman HB ini selain berisi ceramah agama dan shalawat yang diisi Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dan keluarga dari Solo, Habib Quraisy Al-Baharun dari Cerebon, Habib Zainal Abidin dari Surabaya, Habib Fahmi dari Probolinggo, KH Ahmad Zuhdian Noor dari Banjarmasin, KH Ahmad Sanusi, KH Asqalani, anggota DPD RI Habib Hamid Abdullah, para forkopimda Provinsi Kalsel dan Batola, para sahabat almarhum, keluarga besar Hasnur Group, Yayasan Hasnur Centre, PS Barito Putera, para relasi, para undangan, dan seluruh lapisan masyarakat ini juga diisi pembacaan Surah Yasin yang dipimpin Ustadz H Ahmad Mubarak, serta tahlil dan doa yang dipimpin H Jarjani.