Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Ini Tragedi Asal Mula Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Ini Tragedi Asal Mula Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional

Rizki Saputera
Rizki Saputera 19 Februari 2019, 14.19
Share
Foto udara TPA Leuwigajah PR 24 02 2005
Tragedi longsor sampah TPA Leuwigajah, Jawa Barat tahun 2005 menjadi sebab diperingatinya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Photo : Net (pikiran-rakyat.com)
SHARE

TERAS7.COM – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada setiap tanggal 21 Februari sudah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia.

Akan tetapi ditetapkannya HPSN yang diperingati setiap tahun ini tidak lepas dari tragedi yang cukup memilukan dan menimbulkan luka besar dalam sejarah masyarakat Indonesia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar, Boyke Tristiyanto yang ditemui awak media usai Apel Persiapan Kerja Bhakti Sinergi Pemerintah Kabupaten Kabupaten Banjar bersama TNI dan Polri dalam Rangka Peringatan Hari Peduli Sampah Tahun 2019 di halaman Kantor Bupati Banjar pada selasa pagi (19/2) menjelaskan bahwa HPSN diperingati untuk mengingat Tragedi Longsor Sampah Di TPA Leuwigajah tahun 2005.

“HPSN sendiri dilatarbelakangi tragedi Longsor Sampah di TPA Leuwigajah 2005. Semuanya akibat dari kondisi TPA yang kurang bagus dan menimbulkan korban jiwa hampir 150 orang korban. Untuk mencegah kejadian serupa terulang, maka pemerintah menetapkan hari kejadian tragedi tersebut untuk diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional,” jelasnya.

DCIM1374
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar, Boyke Tristiyanto

Peringatan HPSN sendiri dilaksanakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di setiap daerah sebagai salah satu tindakan konkrit yang dilakukan Pemerintah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali melalui pengelolaan TPA yang baik.

Baca juga :

Lewat Program PILAR, Mahasiswa KKN ULM Edukasi Pengelolaan Sampah ke Siswa SD

Emi Lasari Dorong Gerakan Kelola Sampah Berbasis Sumber, Bank Sampah Jadi Ujung Tombak

Juanda Pimpin Langkah Tapin Atasi Sampah, Targetkan 13 Mesin Pemilah dan Alokasi 3% APBD

Selain dengan pengelolaan TPA yang baik, menurut Boyke, untuk mencegah hal serupa terjadi di Kabupaten Banjar, DLH melakukan tindakan nyata untuk mengurangi jumlah sampah yang sudah menjadi sumber masalah utama dalam peradaban masyarakat modern zaman sekarang.

“Dengan adanya peristiwa tragis tersebut yang tidak pernah terjadi lagi dan setelah terbitnya UU Pengelolaan Sampah pada  tahun 2008, Pemerintah Kabupaten Banjar melaksanakan beberapa tindakan untuk mengelola sampah yang ada seperti dengan membangun TPS3R, TPS Terpadu dan Bank Sampah, juga TPA sendiri melakukan pemilahan sampah agar dapat diproses, jadi tidak dibuang langsung begitu saja,” ungkapnya.

longsor leuwigajah PR 23 2 2005 1
Korban tewas akibat longsornya gunungan sampah di TPA Leuwigajah, Jawa Barat pada 21 Februari 2005 sebanyak 147 orang. Photo : Net (pikiran-rakyat.com)

Tragedi Longsor di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Leuwigajah di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat ini sendiri terjadi pada tanggal 21 Februari 2005 dini hari akibat guyuran hujan yang terjadi selama dua hari berturut-turut.

Akibat kondisi gunungan sampah yang ditampung di TPA yang menampung 1,62 juta meter kubik sampah setiap tahunnya ini tidak stabil akibat hujan deras, maka terjadilah longsor yang menerjang pemukiman warga sekitar dan mengubur sebanyak 147 orang korban jiwa serta melenyapkan sebanyak 86 unit rumah yang lenyap ditelan sampah

Selain itu ribuan ton kubik sampah juga mengubur 8,5 hektar kebun dan lahan pertanian milik warga Kampung Pojok dan menjadi salah satu tragedi yang memakan banyak korban selain longsor sampah yang terjadi di Filipina.

Semoga peristiwa yang terjadi 14 tahun silam yang cukup ini menggegerkan masyarakat Indonesia, bahkan dunia ini hendaknya dapat terus menyadarkan banyak pihak tentang pentingnya pengelolaan sampah agar tak menjadi senjata makan tua bagi manusia sebagai produsen sampah.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry1
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
2 Reviews 2 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Lewat Program PILAR, Mahasiswa KKN ULM Edukasi Pengelolaan Sampah ke Siswa SD

Emi Lasari Dorong Gerakan Kelola Sampah Berbasis Sumber, Bank Sampah Jadi Ujung Tombak

Juanda Pimpin Langkah Tapin Atasi Sampah, Targetkan 13 Mesin Pemilah dan Alokasi 3% APBD

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, DLH Barito Kuala Gelar Aksi “Tukar Sampah Jadi Sembako”

TPA Cahaya Kencana Banjar Siap Direvitalisasi, Pengelolaan Sampah Bakal Lebih Terstruktur

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?