Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Ironis, Tunjangan Guru di Kabupaten Banjar Paling Rendah Dibanding Daerah Lain
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Ironis, Tunjangan Guru di Kabupaten Banjar Paling Rendah Dibanding Daerah Lain

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 25 November 2021, 17.41
Share
20211125 161433
Tampak sejumlah guru yang tergabung dalam organisasi PGRI Kabupaten Banjar. (Foto: Ariandi)
SHARE

TERAS7.COM – Sampai saat ini masih banyak para guru yang belum sejahtera, nampak sekali suatu keadaan ironis yang menyayat kalbu, padahal semua tahu peranan mereka sangatlah penting di negeri ini.

Misalnya di Kabupaten Banjar, tunjangan guru di daerah ini paling rendah jika dibandingkan daerah lain, besaran yang diterima per bulan pun hanya Rp 400 ribu per orang.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banjar, Zainal Arifin kepada awak media seusai kegiatan HUT Ke-76 PGRI di Stadion Demang Lehman, Indrasari Martapura. Kamis (25/11/2021).

20211125 111651 scaled
Ketua PGRI Kabupaten Banjar, Zainal Arifin. (Foto: Ariandi)

“Saat ini punya kita (tunjangan guru) memang di bawah dari Kabupaten lain, kami tadi berharap ada kenaikan untuk tahun ini, dan tentunya dapat direalisasikan, karena saat ini untuk Kabupaten Banjar itu kurang lebih Rp 400 ribu sekian, kalau di daerah lain itu tunjangannya sudah jutaan,” ungkap Zainal.

Kenaikan tunjangan guru di Kabupaten Banjar terjadi terakhir kali pada tahun 2019 lalu sebesar Rp 20 ribu. Ini pun menurut Zainal terjadi setelah sebelumnya tidak pernah mengalami kenaikan selama lebih 10 tahun.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Obat Batuk Seledryl Jadi Tren Nge-Fly Remaja, RSUD Raza Ingatkan Dampak Fatalnya

Di Kabupaten Banjar sendiri, semua jenjang guru mendapatkan tunjangan sama rata sebesar Rp 400 ribu. Tentu, menurutnya berbeda jika dibandingkan daerah lain yang memiliki perbedaan nominal disetiap jenjangnya.

“Guru-guru kita mengharapkan ada kenaikan lah seperti daerah-daerah lain. Untuk Kabupaten Banjar, saat ini memang terendah dari kabupaten lain,” ungkapnya.

Masih kata Zainal, tunjangan rendah yang didapati para guru di Kabupaten Banjar ini belum dipotong pajak sebesar 15 persen untuk golongan IV.

Terkait permasalahan ini, Zainal mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan ke Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, dan meminta agar tunjangan guru disamakan dengan tenaga kesehatan yang ada di Dinas Kesehatan.

“Karena disitu (Dinas Kesehatan) nama jabatan dan kelas jabatan sama, tapi tunjangannya beda, jadi kami (guru) minta disamakan,” ucapnya.

“Kalau disitu (Dinas Kesehatan) besarannya Rp 2,5 juta, dan kalau kami (guru) hanya ratusan ribu,” sambungnya.

Meski begitu, Zainal tidak berharap terlalu tinggi terhadap pemerintah, ia hanya meminta tunjangan yang diberikan nantinya cukup untuk transport ke sekolah dan mencukupi keperluan guru lainnya.

Sementara itu, Bupati Banjar, Saidi Mansyur mengatakan pihaknya sangat ingin sekali mengangkat kesejahteraan guru dengan menaikkan tunjangannya.

20211125 111230 scaled
Bupati Banjar, Saidi Mansyur. (Foto: Ariandi)

Namun, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima dan pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat akibat pandemi Covid-19 menjadi faktor penyebab kenaikan tunjangan guru masih tak kunjung terealisasi.

“Jadi mungkin tahun depan mudah-mudahan mohon doa hajat para guru bisa dikabulkan, pandemi juga mudah-mudahan selesai dan kita bisa fokus dan anggaran juga kembali normal seperti semula, sehingga apapun yang menjadi keresahan maupun hajat para guru ini bisa kita realisasikan,” ujar Bupati.

Ia juga mengatakan, pihaknya akan bersama para stakeholder untuk mencari jalan tengah dalam memecahkan permasalahan kesejahteraan guru, khususnya di Kabupaten Banjar.

“Kami akan mencari win-win solution nya dulu dan tentu visi misi kami di dunia pendidikan ini sangatlah penting, bukan hanya untuk kesejahteraan mereka tetapi juga sarana prasarana lainnya,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25
IMG 20260924 WA0041 scaled e1790248419389
Pencarian Hari ke-12 KM Virgo Transport 8: Tim Penyelam Kembali Temukan 14 Korban, Total 150 Orang Ditemukan
24 September 2026, 19.15
Screenshot 2026 09 23 092554
Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana
24 September 2026, 16.19

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Obat Batuk Seledryl Jadi Tren Nge-Fly Remaja, RSUD Raza Ingatkan Dampak Fatalnya

Perkuat Kesiapsiagaan Wilayah, Kecamatan Beruntung Baru Gelar Bimtek dan Pelatihan Satlinmas

RIPS 2025–2045 Resmi Dibahas, Kabupaten Banjar Fokus Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?