Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Kader Posyandu Jadi Garda Depan Cegah Wasting Melalui PMBA Berbasis Pangan Lokal
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Kader Posyandu Jadi Garda Depan Cegah Wasting Melalui PMBA Berbasis Pangan Lokal

Tim Redaksi
Tim Redaksi 1 September 2026, 17.58
Share
IMG 20260901 174934
Tim Pengabdian Poltekkes Banjarmasin bersama kader Posyandu dalam pelatihan PMBA berbasis pangan lokal. (Foto: ist)
SHARE

Penulis: Nurhamidi, Rijanti Abdurrachim, dan Isnaniah – Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

TERAS7.COM – Masalah gizi pada balita tidak selalu bermula dari ketiadaan makanan. Pengetahuan keluarga mengenai jenis makanan, jumlah, tekstur, frekuensi pemberian, kebersihan, hingga cara merespons anak saat makan ikut menentukan apakah kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi dengan baik.

Karena itu, pencegahan masalah gizi membutuhkan pendampingan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari keluarga.

Salah satu masalah yang masih memerlukan perhatian adalah wasting, yaitu kondisi ketika berat badan anak terlalu rendah dibandingkan panjang atau tinggi badannya.

Di Desa Sungai Kitano, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, masalah wasting menjadi salah satu dasar dilaksanakannya kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan peran kader posyandu.

Baca juga :

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Tekan Angka Inflasi, Pemkab Tabalong Jalin Kerjasama Lintas Kabupaten se-Banua Anam

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin mengembangkan kegiatan pelatihan dan pendampingan konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) berbasis pangan lokal. Kegiatan melibatkan kader Posyandu Al-Kausar dan Al-Fitrah serta ibu balita.

Pelatihan dirancang agar kader tidak hanya mendengarkan materi, tetapi terlibat dalam diskusi, studi kasus, role-playing, praktik konseling, serta praktik penyajian menu PMBA berbasis pangan lokal.

Bukan Sekadar Penyuluhan

Kader dilatih untuk mampu mengidentifikasi masalah pemberian makan, menggali hambatan keluarga, mendengarkan ibu secara aktif, menyampaikan informasi dengan bahasa sederhana, dan membantu keluarga memilih solusi yang realistis.

Dengan keterampilan tersebut, kader diharapkan tidak hanya menyampaikan pesan “anak harus makan bergizi”, tetapi mampu mendampingi ibu memahami mengapa anak sulit makan dan apa yang dapat dilakukan di rumah.

Pangan Lokal Tidak Kalah Bergizi

Salah satu pesan penting dalam kegiatan adalah bahwa makanan bergizi untuk balita tidak selalu harus menggunakan bahan yang mahal.

Bahan pangan yang tersedia di sekitar keluarga dapat diolah menjadi menu yang beragam dengan memperhatikan sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta tekstur yang sesuai dengan umur anak. Higiene dan keamanan pangan juga menjadi bagian penting dalam praktik.

IMG 20260901 WA0027
Pelatihan PMBA berbasis pangan lokal ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan wasting pada balita. (Foto: ist)

Ada Perubahan yang Terlihat

Evaluasi kegiatan menunjukkan perubahan yang positif secara deskriptif. Rata-rata skor pengetahuan kader meningkat dari 10,60 menjadi 13,00 dari skor maksimum 15. Enam kader mengalami peningkatan dan empat kader mempertahankan skornya.

Pada ibu balita, rata-rata skor pengetahuan berubah dari 9,00 menjadi 9,20 dari skor maksimum 10, sedangkan proporsi ibu dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 70 persen menjadi 80 persen.

Dari Pelatihan Menuju Pendampingan Keluarga

Hal yang lebih penting dari angka adalah bagaimana pengetahuan tersebut digunakan. Kader memperoleh kesempatan mempraktikkan konseling secara langsung.

Dalam 20 sesi praktik, kader berlatih membuka percakapan, menggali masalah, mengidentifikasi penyebab, menawarkan alternatif pemecahan masalah, melibatkan ibu dalam pengambilan keputusan, serta melakukan pencatatan. Pendekatan ini mengubah posisi kader dari sekadar penerima informasi menjadi pendamping keluarga.

Posyandu sebagai Ruang Belajar Keluarga

Ke depan, konseling PMBA perlu menjadi bagian dari kegiatan rutin posyandu. Kader dapat membantu memberikan edukasi dasar dan memantau praktik pemberian makan.

Apabila ditemukan balita dengan gangguan pertumbuhan, kesulitan makan, atau masalah gizi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, keluarga perlu diarahkan kepada tenaga gizi atau puskesmas.

Membangun Kemandirian dari Desa

Upaya mengatasi wasting tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu kali pelatihan. Masalah gizi dipengaruhi konsumsi makanan, penyakit infeksi, pola pengasuhan, kondisi ekonomi, sanitasi, dan akses pelayanan kesehatan. Namun, memperkuat kader merupakan langkah penting yang dapat dimulai dari desa.

Kader yang terampil, keluarga yang memahami kebutuhan makan anak, pangan lokal yang dimanfaatkan dengan baik, serta posyandu yang aktif dapat menjadi kekuatan bersama untuk mendukung tumbuh kembang balita.

Pemberdayaan masyarakat pada akhirnya bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi membangun kemampuan masyarakat agar menjadi bagian dari solusi masalah gizi di lingkungannya sendiri.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Tekan Angka Inflasi, Pemkab Tabalong Jalin Kerjasama Lintas Kabupaten se-Banua Anam

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Cegah Penularan TB, Dinkes Balangan Turun ke Desa Periksa Kontak Pasien

Tak Peduli Asal Domisili, Lisa Halaby Tegaskan Pasien Kritis Wajib Ditolong: Nyawa Harus Diselamatkan!

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?