TERAS7.COM – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor secara resmi telah membuka perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXIV tingkat Provinsi di Kota Banjarbaru, pada Jumat (21/07/2023) malam.
Dalam pembukaan MTQN XXXIV tingkat Provinsi ini, Sahbirin Noor atau akrab disapa Paman Birin melakukan penabuhan bedug, bertempat di lapangan Dr Murdjani, Kota Banjarbaru.
Menurut Paman Birin, MTQN XXXIV Kalsel di Kota Banjarbaru ini merupakan wadah untuk menggodok para kafilah untuk lebih baik, guna bersaing dalam perhelatan tingkat Nasional.
Bagi Paman Birin, MTQN XXXIV tingkat provinsi Kalsel ini merupakan memiliki makna yang luar biasa bagi masyarakat, khususnya umat Islam.
Oleh karenanya, Paman Birin berharap, momentum MTQN XXXIV Kalsel ini bukan hanya sekadar adu suara terbaik, melainkan bisa memaknai dan mengaplikasikan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita berharap ini bukan hanya sekadar adu suara yang baik, membaca huruf yang bagus. Tapi lebih daripada itu, yakni dengan kita bisa mengaplikasikan Al Quran itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari,” harap Paman Birin.
Dalam kesempatan ini, Paman Birin juga unjuk kebolehan dengan membacakan sebuah puisi secara lantang yang didengarkan oleh seluruh undangan, dan masyarakat.
Sementara itu, Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin mengatakan, tema dalam MTQN XXXIV Kalsel kali ini yakni “Wujudkan Masyarakat Maju, Agamis, Sejahtera Yang Dilandasi Dengan Nilai-nilai Al Quran”.
Dengan tema ini, diharapkan Aditya dapat menjadi pemicu semangat umat Islam untuk menjunjung tinggi dan tidak melupakan Al Quran dalam setiap sendi-sendi kehidupan sebagai petunjuk jalan, baik di dunia maupun akhirat.
“Hendaknya kita menjalani hidup ini dengan selalu dilandasi nilai-nilai Al Quran,” ujar Aditya.
Oleh karena itu, Aditya mengajak masyarakat agar menjadikan perhelatan MTQN XXXIV Kalsel ini sebagai salah satu media untuk menebarkan syiar agama Islam di tengah derasnya arus perubahan sosial dan budaya zaman sekarang.
“Mari kita jadikan event MTQ ini sebagai salah satu media untuk menebarkan syiar agama islam di tengah derasnya arus perubahan sosial, dan budaya masyarakat saat ini,” pungkasnya.