TERAS7.COM – Suasana kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Ketua Komisi II DPR RI dengan jajaran PWNU Kalimantan Selatan, PCNU se-Kalsel, serta para kepala daerah di Kalimantan Selatan, Minggu (15/03/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Tahfidz Darussalam Martapura tersebut juga dihadiri para alim ulama, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan di daerah.
Ketua PBNU, KH Zulfa Mustofa, mengatakan kehadirannya bersama Ketua Komisi II DPR RI Dr. Rifqi Nizami Karsayuda merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus melihat langsung kondisi daerah serta peran para pemimpin daerah dalam membangun masyarakat.
Menurutnya, Rifqi Nizami merupakan putra daerah Banjar yang kini dipercaya memimpin Komisi II DPR RI dan terus menjalin komunikasi dengan masyarakat serta mitra kerja di daerah, termasuk dengan instansi seperti ATR/BPN.
“Alhamdulillah beliau kader Banjar asli yang hari ini bertugas memimpin Komisi II DPR RI. Saya diajak melihat langsung kondisi daerahnya dan bagaimana kerja beliau bersama mitra-mitra kerjanya di sini,” ujarnya.
Ia juga menilai keberadaan Pondok Pesantren Tahfidz Darussalam sebagai salah satu pusat pendidikan Islam di Banjar menjadi berkah bagi daerah tersebut.
“Banjar dikenal sebagai daerah santri. Saya berharap kesantriannya dan kekuatannya dalam memegang ajaran Islam terus terjaga dan semakin kuat,” katanya.
Sementara itu, Tokoh Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan, Syarbani Haira, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan NU.
Ia berharap melalui kegiatan ini, keluarga besar NU di Kalimantan Selatan dapat semakin solid dan mampu menjalankan berbagai program organisasi sesuai harapan.
“Acara ini yang pertama tentu silaturahmi keluarga besar NU sekaligus buka puasa bersama. Harapannya sejak sekarang NU kita semakin baik dan mampu menjalankan berbagai pekerjaan sesuai harapan bersama,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan hubungan antara ulama, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan semakin erat dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis di Kalimantan Selatan.