TERAS7.COM — Pemerintah Kabupaten Banjar terus memantapkan kesiapsiagaan dan penanganan bencana banjir melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Bencana yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, di Aula Barakat, Martapura, Selasa (6/1/2026) pagi.
Rakor tersebut diikuti kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta para camat se-Kabupaten Banjar. Agenda utama rapat membahas perkembangan terkini kondisi banjir di wilayah terdampak, sekaligus merumuskan langkah strategis penanganan serta pendistribusian bantuan bagi masyarakat.
Sekda Yudi Andrea menyampaikan, Pemkab Banjar telah mengoperasikan tiga dapur umum utama yang berlokasi di Kecamatan Sungai Tabuk, Martapura, dan Martapura Barat. Selain memastikan ketersediaan makanan, pemerintah daerah juga melakukan evaluasi terhadap kualitas serta kecukupan konsumsi, termasuk bagi warga terdampak yang sementara mengungsi di rumah kerabat.
“Kami mengimbau warga yang mengungsi di rumah warga agar berpindah ke pos pengungsian utama, sehingga pendataan dan pelayanan dapat dilakukan lebih optimal,” ujarnya.
Ia juga meminta aparat desa mengelola dapur umum secara bergiliran dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Menurutnya, aspek kebersihan, sanitasi, serta ketersediaan air bersih layak konsumsi menjadi perhatian penting demi menjaga kesehatan para pengungsi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyalurkan sekitar 2.000 paket bantuan logistik kepada warga terdampak banjir.
“Kami juga telah mengajukan permohonan tambahan bantuan ke BNPB dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Para camat diminta menyampaikan data yang akurat terkait lokasi serta warga yang belum tertangani,” kata Wasis.
Dalam forum rakor tersebut, sejumlah camat mengusulkan agar penyaluran bantuan dilakukan melalui kantor kecamatan, RT, atau pambakal desa, bukan langsung kepada masyarakat. Usulan ini bertujuan agar distribusi bantuan lebih tertib dan merata. Selain itu, pihak perusahaan yang ingin menyalurkan bantuan diarahkan untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa yang telah membuka dapur umum tambahan.
Pemkab Banjar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan banjir berjalan efektif dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara maksimal.
Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar, HM Aidil Basith, menyatakan bahwa layanan Call Center 112 siap dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan berbagai kondisi darurat.
“Call Center 112 dapat digunakan untuk melaporkan kejadian gawat darurat, termasuk situasi bencana banjir yang terjadi saat ini,” jelasnya.
Dengan dukungan layanan darurat terpadu tersebut, Pemkab Banjar berharap respons penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran demi keselamatan masyarakat.