TERAS7.COM – Sepanjang tahun 2023, Polri mengklaim telah berhasil menyelamatkan belasan juta jiwa manusia di Indonesia dari bahaya narkotika.
“Pengungkapan (kasus narkoba -red) ini berhasil menyelamatkan 13.735.212 jiwa,” ujar Kasatgas Penanggulangan Narkoba, Irjen Pol Asep Edi Suheri di Mabes Polri beberapa waktu lalu, dilansir dari Tribrata News.
Ia melanjutkan, dari kasus narkoba yang berhasil diungkap sepanjang 2023, Polri menangkap sebanyak 11.828 tersangka. Dari ribuan tersangka itu, 9.628 dalam proses penyidikan dan 2.200 direhabilitasi, seluruhnya ditindak dari 7.921 laporan yang masuk ke penyidik.
Kemudian, dari ribuan tersangka itu, dilakukan penyitaan barang bukti 1.896,43 gram sabu, 706.712 ekstasi, 815.350 ganja, 2.039 kokain, 115.342 tembakau gorila, satu gram heroin, 22.743 ketamin, dan 3.112.204 obat keras.
Sepanjang pengungkapan tersebut, terdapat 13 kasus menonjol yang terjadi. Belasan kasus itu terdiri dari empat pengungkapan Ditresnarkoba Polda Aceh dan Bea Cukai, lima pengungkapan oleh Ditresnarkoba Polda Riau, dua pengungkapan oleh Polres Metro Jakarta Barat, satu pengungkapan oleh Ditresnarkoba Polda Jawa Timur, dan satu pengungkapan oleh Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara.
Para tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 2 undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika yaitu mengedarkan narkotika golongan 1 dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan denda minimal Rp1 miliar maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga.
Subsider Pasal 111 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
Subsider pasal 112 ayat 2 UU Republik Indonesia No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan juga Permenkes No 36 Tahun 2022 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.