TERAS7.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Perempuan Martapura kembali melakukan razia gabungan di blok hunian warga binaan, Senin (21/10/2025) malam.
Razia dilakukan bersama personel Kodim 1006/Banjar, Polres Banjar, dan BNN Kota Banjarbaru, dengan sasaran dua blok minimum yang terdiri dari 14 kamar warga binaan.
Kepala Lapas Perempuan Martapura, Evi Loliancy, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Lapas untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba dan handphone.
“Kami melaksanakan razia bersama Polres Banjar, BNNK Banjarbaru, dan Kodim 1006/Banjar di dua blok, yakni Blok Minimum 1 dan 2, dengan total 14 kamar,” ungkap Evi.
Selain pemeriksaan kamar, pihaknya juga melakukan tes urine terhadap 10 warga binaan dan 35 petugas pemasyarakatan. Hasilnya, seluruh peserta tes dinyatakan negatif dari narkoba.
“Dari seluruh hasil tes urine yang kami lakukan, baik terhadap warga binaan maupun petugas, semuanya dinyatakan negatif,” ujarnya.

Dalam razia tersebut, petugas menemukan sejumlah barang seperti sendok logam, kaca kecil, dan peralatan pribadi lainnya yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar warga binaan.
“Barang-barang yang ditemukan sebenarnya kebutuhan pribadi, namun tetap tidak diperbolehkan di dalam blok,” jelas Evi.
Lebih lanjut, Evi mengungkapkan bahwa jumlah barang temuan kali ini menurun dibandingkan razia sebelumnya, meski jenisnya relatif sama.
“Kalau dibandingkan dengan sebelumnya, barang yang ditemukan sekarang memang jenisnya mirip, tetapi jumlahnya berkurang,” ucapnya.
Evi menegaskan kegiatan ini sejalan dengan 13 akselerasi yang dicanangkan oleh Kementerian Hukum dan HAM, khususnya dalam hal pemberantasan penyalahgunaan narkoba dan peredaran handphone di dalam lapas.
“Ini bentuk komitmen kami agar Lapas Perempuan Martapura benar-benar bersih dari narkoba dan HP. Ke depan kami berharap sinergi dengan aparat penegak hukum bisa terus berjalan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Banjarbaru, AKBP Arif Wahyu Bibitharta, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah konsisten Lapas Perempuan Martapura dalam menjaga ketertiban dan melakukan pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkoba.
“Kegiatan seperti ini diharapkan bisa berkesinambungan, karena menjadi bagian dari upaya pencegahan. Apalagi tes urine dilakukan tidak hanya kepada warga binaan, tapi juga kepada pegawai lapas,” katanya.
Arif juga memuji adanya penurunan jumlah barang terlarang yang ditemukan, menandakan peningkatan kesadaran dan pengawasan di lingkungan lapas semakin baik.
“Kami mengapresiasi Lapas Perempuan Martapura. Kalau dilihat dari hasil razia, memang ada penurunan jumlah barang bukti walaupun jenisnya masih sama ya,” pujinya.