Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Saat Anggaran Tercekik, Gubernur Kaltim Dapat Mobil Dinas Rp8,5 M, LPK Borneo: Langkah Mundur!
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Saat Anggaran Tercekik, Gubernur Kaltim Dapat Mobil Dinas Rp8,5 M, LPK Borneo: Langkah Mundur!

Tim Redaksi
Tim Redaksi 22 Februari 2026, 12.00
Share
IMG 20260222 115908
Ilustrasi mobil mewah. (Foto: ist)
SHARE

TERAS7.COM – Kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur merealisasikan pengadaan satu unit mobil dinas SUV Hybrid senilai Rp8,5 miliar menuai sorotan. Langkah tersebut dinilai tidak selaras dengan semangat efisiensi anggaran dan narasi kepemimpinan cerdas yang selama ini digaungkan.

Praktisi Perlindungan Konsumen dari LPK Borneo Kalimantan, M. Irfan Fajrianur, SE, Cd. S.H., CPM., menyampaikan kritik terbuka terhadap pembelian kendaraan dinas mewah tersebut. Ia menilai, keputusan itu memunculkan pertanyaan publik terkait skala prioritas belanja daerah di tengah kondisi fiskal yang disebut belum sepenuhnya ideal.

Menurut Irfan, kebijakan yang terkesan mengedepankan fasilitas premium semestinya dapat dipertimbangkan lebih matang, apalagi berada di bawah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur yang memiliki latar belakang akademik tinggi.

“Kita tentu berharap banyak pada sosok pimpinan bergelar Doktor seperti Pak Rudy Mas’ud untuk membawa transformasi cara berpikir di Kaltim. Namun, pengadaan mobil seharga 8,5 miliar di tengah kondisi fiskal yang tidak ideal ini justru terasa seperti langkah mundur. Sangat amatir bagi sebuah pemerintahan yang mengklaim paham tata kelola ekonomi makro,” ujar Irfan.

Ia juga menyinggung perbandingan dengan kebijakan di tingkat nasional, di mana Presiden Prabowo Subianto kerap mempromosikan penggunaan Pindad Maung Garuda sebagai produk dalam negeri.

Baca juga :

Alasan Sewa Mobil Defender 160 Juta per Bulan, Wali Kota Samarinda: Waktu Mau Beli Gak Ada Duit

Mantap! Pemko Samarinda Sewa Land Rover Defender 160 Juta per Bulan untuk Layani Tamu VIP

Usai Viral se-Indonesia, Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar

Bagi Irfan, jika di tingkat pusat dapat mengedepankan kendaraan yang dinilai lebih rasional dari sisi harga dan fungsi, maka pilihan SUV mewah asal Inggris di tingkat daerah menjadi kontras yang sulit diabaikan.

“Presiden Prabowo sudah memberi contoh cara berwibawa tanpa harus boros. Mengapa di Kaltim, di bawah kepemimpinan seorang intelektual, kita justru merasa perlu ‘membeli’ wibawa lewat Range Rover? Rasanya sangat tidak elok jika pimpinan daerah lebih bangga duduk di kabin mewah impor sementara jalanan di pelosok Benua Etam masih banyak yang memerlukan sentuhan anggaran,” tambahnya.

Lebih lanjut, Irfan menilai spesifikasi teknis kendaraan yang diadakan menunjukkan orientasi pada kenyamanan eksklusif ketimbang kebutuhan operasional lapangan. Ia memandang hal tersebut sebagai indikasi kurangnya kepekaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Spesifikasi SUV Hybrid 2996 cc 434 HP itu bukan spesifikasi untuk kerja lapangan, itu spesifikasi untuk kenyamanan eksklusif. Sebagai konsumen jasa publik, rakyat Kaltim seolah dipaksa membiayai kemewahan yang tidak berdampak pada pelayanan mereka. Apakah gelar akademik tinggi hanya digunakan untuk melegalkan pengadaan yang menguras kantong rakyat?” tanya Irfan menohok.

LPK Borneo Kalimantan pun mengingatkan agar pemerintah daerah lebih berhati-hati dalam menetapkan kebijakan anggaran, dengan mengutamakan efektivitas dan keberpihakan pada kebutuhan dasar masyarakat.

“Gelar Doktor yang disandang Gubernur seharusnya tercermin dalam kebijakan belanja yang cerdas dan efisien. Jika urusan mobil dinas saja masih terjebak pada merk dan kemewahan, kita patut bertanya: ke mana visi besar pembangunan yang selama ini dijanjikan? Jangan sampai kepemimpinan ini hanya dikenal karena ‘selera otomotifnya’, bukan karena prestasinya mensejahterakan rakyat,” tukas Irfan.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260722 165547
Lisa Halaby Buka Piala Banjarbaru Emas 2026 U13 dan U15, Perkuat Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
22 Juli 2026, 22.45
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19

You Might Also Like

Alasan Sewa Mobil Defender 160 Juta per Bulan, Wali Kota Samarinda: Waktu Mau Beli Gak Ada Duit

Mantap! Pemko Samarinda Sewa Land Rover Defender 160 Juta per Bulan untuk Layani Tamu VIP

Usai Viral se-Indonesia, Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar

Viral Isu Beras Berbahan Kimia di Kaltim, LPK Borneo Buka Fakta Sebenarnya

Mobil Dinas “Marwah Kaltim” Rp8,5 M, Praktisi Kritik Pedas: Tak Beri Manfaat ke Rakyat!

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?