TERAS7.COM – Upaya memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai garda terdepan layanan dasar masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu yang digelar di Aula Barakat, Martapura, Rabu (28/1/2026).
Rakor dibuka Ketua TP Posyandu Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya kesamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan program Posyandu berjalan sesuai petunjuk teknis dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurut Nurgita, TP Posyandu Kabupaten Banjar telah memahami landasan teknis penyelenggaraan Posyandu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024. Sebagai tindak lanjut, pada 2025 telah dilakukan pelantikan kepengurusan TP Posyandu serta penguatan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Penguatan kelembagaan dan koordinasi menjadi kunci agar pembinaan Posyandu berjalan efektif dan terarah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga transformasi kebijakan utama yang menjadi pijakan dalam penyusunan program kinerja TP Posyandu, yakni transformasi kelembagaan, transformasi layanan, serta pembinaan kader di lapangan. Ketiganya diharapkan mampu memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat.
Nurgita juga mendorong keterlibatan aktif seluruh peserta rakor dalam pembinaan layanan yang mencakup enam Bidang Standar Pelayanan Minimum (SPM), meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta bidang sosial.
“TP Posyandu harus mampu menghadirkan layanan yang mumpuni, cepat, tepat, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Banjar,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemetaan permasalahan berbasis data sebagai dasar perencanaan program. Data tersebut nantinya akan dirangkum dan diselaraskan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar.
Rakor ini, lanjut Nurgita, menjadi forum strategis untuk menyatukan komitmen serta menentukan prioritas permasalahan yang sejalan dengan visi dan misi Bupati Banjar serta program strategis daerah.
“Melalui rakor ini, aspirasi dan target program dapat disepakati bersama, dengan mempertimbangkan kemampuan daerah serta manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nurgita juga menyinggung dampak pascabencana banjir yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor. Sejumlah OPD telah bergerak sesuai kewenangan masing-masing, seperti Dinas Pendidikan yang fokus pada pemulihan sektor sekolah, serta Dinas Sosial dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) yang menangani kebutuhan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, khususnya perbaikan rumah.
Tak hanya itu, perhatian terhadap ketersediaan air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah turut menjadi bagian dari agenda pembinaan TP Posyandu dengan melibatkan peran aktif pemerintah kecamatan dan desa.
Rakor tersebut dihadiri Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar Nashrullah Shadiq, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Hafiz Anshari, serta sejumlah kepala SKPD terkait enam Bidang SPM.