TERAS7.COM – Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi membuka kegiatan Hari Santri Nasional 2025 yang dipusatkan di Kabupaten Banjar, di Ruang terbuka hijau Alun – Alun Martapura, Rabu (22/10/2025).
Habib Idrus menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan Hari Santri yang tahun ini diikuti oleh 45 pondok pesantren dengan sekitar 1.000 peserta dari berbagai wilayah di Banjar.
“Alhamdulillah, Hari Santri Nasional 2025 ini dapat terlaksana dengan lancar di Kabupaten Banjar. Pesertanya luar biasa, ada 45 pondok dengan kurang lebih seribu santri yang berpartisipasi dalam berbagai lomba dan kegiatan,” ujar Habib Idrus.
Beragam kegiatan turut mewarnai peringatan tersebut, di antaranya, pidato bahasa Arab, kaligrafi, musabaqah tilawatil quran (MTQ), hingga kirab santri yang berlangsung semarak.
Menurut Habib Idrus, kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang memperingati Hari Santri, tetapi juga sebagai bukti nyata bahwa Martapura layak disebut sebagai “Kota Santri”.
“Kita tahu Kabupaten Banjar, khususnya Martapura, dikenal sebagai Kota Santri. Dan kegiatan seperti ini membuktikan bahwa sebutan itu bukan hanya slogan, tapi memang nyata,” tegasnya.
Ia berharap pelaksanaan Hari Santri di tahun mendatang bisa lebih besar dan lebih meriah lagi, dengan partisipasi pondok pesantren yang semakin banyak.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih besar, lebih ramai lagi. Kita syukuri bersama karena di daerah lain belum tentu ada kegiatan sebesar ini,” ucapnya.
Habib Idrus juga berpesan kepada para santri agar menjadikan momentum Hari Santri sebagai ajang untuk memperluas wawasan dan mempererat silaturahmi antarpesantren.
“Kita harapkan para santri lebih percaya diri, bisa melihat suasana di luar pondok, saling belajar dan bertukar pengalaman dengan santri dari pesantren lain. Sehingga ketika kembali, mereka membawa wawasan baru yang bermanfaat bagi pondoknya masing-masing,” pungkasnya.
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Banjar ini menjadi wujud nyata semangat religius masyarakat Banjar yang dikenal dengan kehidupan pesantren yang kuat dan berakar dalam tradisi keislaman.