TERAS7.COM – Enam tahun lamanya Adian, warga Desa Suput, Kecamatan Haruai, hidup dalam kabut penglihatan. Dunia yang dulunya penuh warna perlahan memudar, hingga akhirnya gelap sama sekali.
Di usianya yang menginjak 80 tahun, ia hanya bisa bergantung pada keluarga untuk sekadar berjalan atau makan.
Namun harapan baru datang lewat program operasi buta katarak gratis, hasil kolaborasi antara PT Adaro Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Tabalong.
Melalui program ini, Adian menjalani operasi di Puskesmas Muara Uya, dan sejak itu, hidupnya berubah.
Pasca operasi, penglihatannya mulai pulih. Senyum lebar kembali menghiasi wajahnya.
“Bah kadada kisah ai yang bejalan kesana-kemari, sampai besepeda nang sampai meilangi keluarga disana kawa besepeda. Handak enam tahunan belum pernah menjapai sepeda, bebaya habis operasi kawa besepeda aku. Jadi alhamdulillah, enam tahun kada melihat nang isi dunia, bebaya melihat bukan main jaku,” tutur Adian penuh haru.
Selama bertahun-tahun, Adian kehilangan kemandiriannya. Aktivitasnya terbatas, kesehatannya menurun, dan semangat hidup perlahan pudar.
Kini, ia kembali bisa beraktivitas secara mandiri, bahkan kembali bersepeda, hal sederhana yang dulu mustahil dilakukan.
Kebahagiaan itu turut dirasakan oleh sang anak, Alpian, yang selama ini setia mendampingi ayahnya melewati masa sulit.
“Alhamdulillah, Abah ulun merasakan dampak positifnya program Tabalong Pasti Sehat, khususnya operasi mata buta katarak ini. Setelah operasi di Puskesmas Muara Uya, Abah ulun artinya hidup kembali,” ujar Alpian dengan mata berbinar.
Program operasi buta katarak gratis ini merupakan kerja sama antara PT Adaro Indonesia, PT Sapta Indra Sejati, PT Makmur Sejahtera Wisesa, dan PT Putra Perkasa Abadi bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri serta Pemkab Tabalong.
Melalui program tersebut, ratusan warga Tabalong kini kembali bisa melihat dunia dengan jelas, dan seperti Adian, mereka pun bisa menatap masa depan dengan semangat baru.