Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Analisis Ekonomi Strategis dan Kedaulatan Nasional
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Analisis Ekonomi Strategis dan Kedaulatan Nasional

Opini
Opini 2 September 2026, 13.03
Share
IMG 20260902 WA0007
M. Irfan Fajrianur, SE., SH., CPM - Analisis Ekonomi Strategis dan Kedaulatan Nasional. (Foto: ist)
SHARE

Topik: Menepis Isu Krisis ’98: Membedah Fakta Nilai Tukar, Perang Melawan Penjahat Ekonomi, dan Dinamika Regional
Oleh: M. Irfan Fajrianur, SE., SH., CPM

TERAS7.COM – Mencermati perkembangan pasar keuangan domestik dan regional belakangan ini, publik disuguhkan oleh dua fenomena besar yang saling berkaitan.

Pertama, munculnya narasi negatif media asing (seperti Bloomberg) yang sempat mengembuskan sentimen “Sell Indonesia” di awal pengetatan kebijakan era Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian dibalas oleh netizen dengan tagar #SellSingapore.

Kedua, adanya penggiringan opini publik melalui benturan prediksi Artificial Intelligence (AI) dengan Bank Indonesia (BI) yang berspekulasi bahwa dolar AS akan menembus Rp19.000 hingga Rp22.000 di akhir tahun akibat beban Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai praktisi di bidang Ekonomi, Hukum, dan Manajemen Konflik, saya memandang situasi ini secara jernih: Indonesia tidak sedang menuju krisis moneter seperti tahun 1998. Sebaliknya, fluktuasi yang terjadi saat ini adalah dampak dari “perang total” melawan penjahat ekonomi demi menegakkan kedaulatan nasional.

Baca juga :

Tragedi Balita di Hotel Mesra Samarinda: LPKSM Borneo Kalimantan Desak Audit Keselamatan Fasilitas Publik di Kaltim

Kajian Perlindungan Konsumen: Permasalahan Perlindungan Konsumen di Berbagai Sektor di Indonesia

Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung

Berikut adalah bedah analisis komprehensif berbasis data dan fakta empiris:

1. Menepis Isu ’98: Fundamental Makro Kita Jauh Lebih Kokoh

Masyarakat harus diedukasi agar tidak terjebak dalam perang psikologis (psywar) yang menyamakan situasi hari ini dengan Krisis Moneter 1998. Pada tahun 1998, Indonesia hancur karena rapuhnya sistem perbankan, utang swasta jangka pendek yang tidak terlindungi (unhedged), dan cadangan devisa yang tiris.

Hari ini, kondisi kita jauh berbeda. Bank Indonesia (BI) memiliki fondasi yang sangat kuat dengan cadangan devisa yang mumpuni serta instrumen moneter yang responsif (seperti SRBI) untuk melakukan intervensi pasar. Kenaikan dolar saat ini bersifat global akibat kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat (Higher for Longer), bukan karena pembusukan ekonomi domestik.

2. “Collateral Damage” dari Perang Melawan Penjahat Ekonomi

Mengapa pasar keuangan kita mengalami tekanan jangka pendek?

Dari kacamata Hukum Bisnis, pemerintahan saat ini sedang melakukan pembersihan besar-besaran terhadap kebocoran anggaran, mafia komoditas, penyelundup, dan pelaku capital flight (pelarian modal secara ilegal ke luar negeri).

Ketika ruang gerak para penjahat ekonomi ini dipersempit oleh instrumen hukum yang agresif, mereka melakukan perlawanan balik (counter-attack) dengan cara menarik likuiditas mereka dari pasar domestik dan menggoreng sentimen negatif untuk menciptakan kepanikan pasar (market panic). Jadi, fluktuasi dolar saat ini adalah biaya ekonomi yang harus dibayar (collateral damage) dalam proses pembersihan benalu bangsa.

3. Fenomena #SellSingapore: Momentum Pembalikan Arus Modal

Berdasarkan laporan media, media asing sempat menyoroti pengetatan ekonomi di Indonesia. Namun, arah angin berbalik seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi Singapura saat ini. Selama berpuluh-puluh tahun, Singapura menikmati limpahan dana dari Indonesia—baik yang legal maupun yang grey area.

Ketika Indonesia memperketat regulasi fiskal dan menegakkan kepatuhan hukum (compliance), dampaknya langsung memukul perekonomian Singapura yang sangat bergantung pada arus modal regional.

Gerakan #SellSingapore yang digaungkan oleh netizen Indonesia bukan sekadar luapan emosi, melainkan sebuah refleksi dari meningkatnya kepercayaan diri (market confidence) bahwa episentrum kekuatan ekonomi harus berada di Jakarta, bukan didikte dari luar negeri.

4. Meluruskan Distorsi Isu: BI vs AI & Rasionalisasi Program MBG

Baru-baru ini berkembang rilis yang membenturkan prediksi AI bahwa dolar akan menyentuh Rp19.000 hingga Rp22.000 karena beban Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini adalah bentuk simplifikasi yang keliru dan menyesatkan:

– Fakta Moneter: AI bekerja berdasarkan algoritma sentimen internet dan data historis tanpa memperhitungkan variabel intervensi kebijakan. Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) adalah otoritas riil yang memiliki kuasa penuh untuk menstabilkan nilai tukar melalui instrumen moneter riil di lapangan.

– Fakta Fiskal & Stimulus Domestik: Dari kacamata ekonomi, menuduh program MBG akan merusak nilai tukar adalah kekeliruan besar. Anggaran MBG adalah bentuk investasi SDM jangka panjang yang sifatnya sirkular. Uang tersebut berputar 100% di dalam negeri untuk membeli hasil tani, peternak, dan UMKM lokal. Program ini justru menjadi stimulus konsumsi domestik yang memperkuat benteng ekonomi kita dari ancaman resesi global, bukan untuk impor yang menghabiskan cadangan dolar.

– Manajemen Risiko (Kacamata CPM): Pemerintah tetap menjaga koridor defisit fiskal di bawah 3% sesuai undang-undang. Narasi dolar Rp22.000 sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang kepentingannya terganggu untuk mendelegitimasi program strategis nasional.

Kesimpulan

Indonesia hari ini sedang bertransisi menjadi negara maju yang bersih, tegas, dan berwibawa. Proses “bersih-bersih” dari mafia ekonomi dan restrukturisasi kebijakan fiskal pasti melahirkan riak-riak kecil di pasar keuangan.

Target dolar belasan hingga puluhan ribu yang bernada provokatif adalah angka psikologis yang sengaja diciptakan untuk menakut-nakuti publik. Sebagai bangsa yang besar, kita harus rasional dan bersatu mengawal kedaulatan ekonomi ini. Indonesia sedang bergerak ke arah yang benar: Mandiri, Bersih, dan Berdaulat!

Referensi & Landasan Berita Berdasarkan Fakta:

1. Dinamika Pasar & Sentimen Regional: Tonton di TikTok Investoria (https://www.google.com/search?q=https://vt.tiktok.com/ZSQSR8FTN/).
2. Respon Bank Indonesia Terhadap Spekulasi Pasar & Isu MBG: Baca Artikel Duta.co – BI vs AI Soal Dolar
(https://duta.co/bi-vs-ai-soal-dolar-minggu-ini-tembus-19-ribu-akhir-tahun-22-ribu-gegara-mbg/)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25
IMG 20260924 WA0041 scaled e1790248419389
Pencarian Hari ke-12 KM Virgo Transport 8: Tim Penyelam Kembali Temukan 14 Korban, Total 150 Orang Ditemukan
24 September 2026, 19.15
Screenshot 2026 09 23 092554
Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana
24 September 2026, 16.19

You Might Also Like

Tragedi Balita di Hotel Mesra Samarinda: LPKSM Borneo Kalimantan Desak Audit Keselamatan Fasilitas Publik di Kaltim

Kajian Perlindungan Konsumen: Permasalahan Perlindungan Konsumen di Berbagai Sektor di Indonesia

Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung

Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan

Sinergi Kebangsaan Perlindungan Konsumen: Kuatkan Peran LPKSM dan 29 Kementerian/Lembaga Lewat Inovasi Digital

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?