TERAS7.COM – Langkanya LPG (Liquified Petroleum Gas) 3 Kilogram menyulut reaksi organisasi ekstra kampus di Banjarmasin turun ke jalan lakukan demonstrasi di depan Kantor PT Pertamina (Persero) Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Rabu (03/02).
Tidak lebih dari 10 orang anggota Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSISK) kembali turun ke jalan, untuk meneriakan aspirasi yang dianggap adalah jeritan dari masyarakat, atas terjadinya kelangkaan Gas LPG 3 Kilogram di Kalimantan selatan.
Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) yang juga sebagai Ketua Umum LSISK Fahrianor mengatakan, kelangkaan LPG 3 Kilogram di Kalimantan Selatan sudah untuk kesekian kali, ia menilai kinerja dari Pertamina dan petugas pengawasan tidak maksimal dan patut dipertanyakan.
“Kelangkaan ini terjadi sudah kesekian kalinya dan selalu diawal tahun, Pertamina mestinya bisa bekerja lebih baik dalam melakukan pengawasan,” ujarnya.
Menurutnya, Harga Gas LPG 3 Kilogram tidak boleh lebih dari Harga Eceran Tertinggi HET) yaitu Rp 17.000 pertabung, namun yang terjadi dimasyarakat harga Gas Melon ini tembus hingga mencapai Rp45.000 sampai Rp50.000 pertabung.
“Ditengah pamdemi dan pembatasan tentu ini menjadi beban ekonomi berat, masyarakat dipaksa untuk membeli dengan harga tidak normal karena kelangkaan yang terjadi,” terangnya.
