TERAS7.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Workshop Teknis Pemanfaatan Aplikasi Program Kesehatan Reproduksi bagi pengelola program di Dinas Kesehatan serta Puskesmas se-Kalsel, Senin (06/10/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat intervensi kesehatan reproduksi yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Workshop yang dibuka secara daring oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, menekankan pentingnya pendekatan kesehatan reproduksi sejak masa pra-kehamilan untuk menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta prevalensi stunting di provinsi ini.
“Memasuki periode RPJMN 2025–2029, kita dihadapkan pada tantangan mencapai target indikator kesehatan nasional. Intervensi yang tepat harus dilakukan sejak dini dan berkelanjutan, sehingga setiap upaya yang kita lakukan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Diauddin.
Workshop ini menghadirkan puluhan peserta dari berbagai kabupaten/kota. Mereka mengikuti sesi pelatihan teknis, simulasi penggunaan aplikasi, serta diskusi untuk mengidentifikasi tantangan lapangan dan solusi implementasi program. Menurut Diauddin, sistem pencatatan dan pelaporan yang terintegrasi menjadi kunci untuk memastikan intervensi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, workshop ini juga menekankan perlunya koordinasi lintas level antara Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan Puskesmas agar pengelolaan data pasien lebih akurat dan cepat. Pemanfaatan aplikasi ini diharapkan memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, sekaligus mendukung keberlanjutan program kesehatan reproduksi di seluruh Kalsel.
“Setiap peserta diharapkan pulang dengan pemahaman yang lebih baik tentang strategi intervensi berkelanjutan. Ini bukan hanya soal program jangka pendek, tetapi memastikan kesehatan ibu dan anak benar-benar terjaga dari awal hingga tumbuh kembang anak,” tutur Diauddin.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan berharap pengelola program kesehatan reproduksi di daerah semakin siap menghadapi tantangan RPJMN mendatang dan berkontribusi secara nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.