Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Tingkatkan Layanan Kefarmasian, Puskesmas Awayan Gagas Inovasi “Montada”
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Tingkatkan Layanan Kefarmasian, Puskesmas Awayan Gagas Inovasi “Montada”

M. Halim Ihsan
M. Halim Ihsan 14 Maret 2024, 22.32
Share
IMG 6504 1
UPTD Puskesmas Awayan, Kabupaten Balangan bertekad tingkatkan layanan kefarmasian lewat inovasi baru. (foto: google.com)
SHARE

TERAS7.COM – Dalam rangka meningkatkan layanan kefarmasian, Puskesmas Awayan mengembangkan inovasi Monitoring Tanggal Obat Kadaluarsa atau “Montada”.

Inovasi ini digagas oleh salah seorang Apoteker Puskesmas Awayan, Apt. Misiana Winda Irianti.

Berdasarkan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) pada bulan Januari hingga Maret 2023 di UPTD Puskesmas Awayan ditemukan obat kadaluwarsa dalam jumlah yang cukup banyak yaitu terdapat 1.815 tablet, 67 salep dan 10 sirup yang telah melewati kadaluwarsa.

“Uji coba dilaksanakan Tahun 2023, setelah berkoordinadi dengan kepala puskesmas di ruang farmas dan gudang Obat UPTD Puskesmas Awayan,” ujar Winda di Awayan, Kamis (14/3/2024).
 
Awal mulanya, puskesmas Awayan melakukan penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian yang menjadi tolok ukur dan pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian.

Tolak ukur itu sendiri adalah untuk menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan sediaan farmasi dan BMHP yang efisien, efektif dan rasional, meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga kefarmasian, mewujudkan sistem informasi manajemen, dan melaksanakan pengendalian mutu pelayanan.

Baca juga :

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Tak Peduli Asal Domisili, Lisa Halaby Tegaskan Pasien Kritis Wajib Ditolong: Nyawa Harus Diselamatkan!

Berdasarkan hasil analisis pada Lembar Stok Opname Perbekalan Farmasi, pencatatan jumlah stok obat melalui kegiatan stok opname (pencatatan dan penyesuaian jumlah stok) dilakukan setiap akhir bulan.

Karena kurangnya tenaga kefarmasian yang bertugas, monitoring tanggal kadaluwarsa obat yang mendekati tanggal kadaluwarsa tidak dapat dilakukan dengan optimal seperti tidak adanya penandaan khusus untuk obat yang mendekati kadaluwarsa pada rak penyimpanan obat di ruang farmasi ataupun di gudang obat.

Obat yang mendekati kadaluwarsa adalah dari tiga sampai enam bulan sebelum tanggal kadaluwarsa.

Pengelolaan obat yang telah melewati tanggal kadaluwarsanya juga kurang optimal menyebabkan penumpukan obat kadaluwarsa yang disimpan di satu gudang obat yang sama dengan penyimpanan obat lainnya.

Kepala Puskemsas Awayan, dr. Winphy Prasetyo, menjelaskan ide Inovasi ini perlu disusun untuk memberikan gagasan pemecahan isu yang tepat agar obat yang kadaluwarsa tidak terdistribusi ke pasien dan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan misi puskesmas yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau.

Ia juga berharap dengan adanyan inovasi ini dapat meningkatkan pengelolaan obat melalui monitoring tanggal kadaluwarsa obat yang sesuai Standar Pelayanan Kefarmasian sehingga mengurangi penumpukan obat kadaluwarsa serta meningkatkan keamanan obat bagi masyarakat di wilayah kerja  Puskesmas Awayan.

“Kami berharap dengan adanya inovasi ini stok obat yang kadaluarsa sedikit berkurang dan pemakaian obat bisa lebih efektif dan efisien kedepannya,” harapnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
5 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Tak Peduli Asal Domisili, Lisa Halaby Tegaskan Pasien Kritis Wajib Ditolong: Nyawa Harus Diselamatkan!

Wali Kota Lisa Murka! UGD Puskesmas Sungai Ulin Diduga Kosong saat Pasien Kritis Butuh Pertolongan

Penanganan Dampak Karhutla Jadi Fokus Emi Lasari dalam Resesnya di Landasan Ulin

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?