Kenangan terakhir dan Penahanan Aktivis LSISK
Wafatnya sang aktivis Perda Kalimantan Selatan, Almarhum Wawan Wirawan pun diwarnai dengan perjuangan demonstrasi oleh LSISK yang ia bina selama belasan tahun. Dikutip dari halaman web teras7.com, 5 orang aktivis LSISK ditahan oleh aparat kepolisian setelah aksi Demonstrasi yang berujung bentrok, di kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, pada Jumat 14 September 2018 kemarin, mengundang puluhan mahasiswa kembali melakukan aksi solidaritas di depan Polresta kota Banjarmasin, meminta untuk membebaskan kawanannya yang ditahan.
Wafatnya seorang senior dan ditangkapnya 5 orang kawanan LSISK usai aksi demonstrasi, merupakan hari duka dan perjuangan bagi organisasi ini, bahkan menjadi sebuah cerita kenangan terakhir dalam perjalanan perjuangan Wawan.
Almarhum Wawan Wirawan merupakan alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari tahun 2002, yang kini bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Pangeran Antasari Banjarmasin.
Ia pun merupakan orang nomor satu di Kampus saat menjabat sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) pada tahun 2005. Dengan gaya demonstran yang selalu ia lakukan dengan kawan-kawannya mewarnai jalannya roda demokrasi di Kalimantan Selatan.
Salah seorang senior yang telah berjasa mengkadernya, Saidan Fahmi Presma IAIN Antasari 2002 menceritakan sekilas tentag sosok Wawan Wirawan yang dikenalnya seorang anak yang labil, baru mengenal dunia kampus dan sering bertengkar masa itu.
“Awalnya saya kenal dengan Wawan saat ia masuk sebagai mahasiswa di IAIN, wataknya yang sering bertengkar membuat hati saya prihatin, saat itu saya ajak ia berorganiasai dan saya bertaruh, bahwa Wawan adalah adik saya yang saya persiapkan mengganti saya di posisi Presma,” Ujar Saidan sambil menerawang langit-langit mengingat detail almarhum adik kampusnya yang telah wafat.
Saidan juga menjunjung sosok Wawan yang dulunya adalah seorang anak yang labil sering bertengkar ternyata sangat ulet dalam berorganiasi dan memiliki sikap percaya diri, serta lebih berani dibandingkan dirinya.