Bentrok dengan Aparat Kepolisian
Terlihat saat Wawan mengangkat gerakan demonstrasi menyinggung penderitaan masyarakat sepanjang jalan Ahmad Yani hulu sungai yang mengeluhkan aktivitas truk batu bara yang melintas di jalan raya, hingga mengakibatkan sering terjadi kecelakaan naas dan anak-anak yang mengalami sakit akibat inveksi debu, yang setiap hari mereka hirup ulah truk-truk yang melintas.
“Saya lihat itu saat Wawan dan kawan-kawannya berani melakukan aksi demonstarsi tahun 2004- 2005, menuntut truk-truk batubara agar membuat jalan sendiri, dan sangat sensitif berhadapan dengan para preman, sementara kita hanya berani pada isu seperti PKL , sampah, pencemaran sungai dan sejenisnya,” ungkap saidan.
Bentrok dengan aparat kepolisian hingga masuk sel tahanan setiap aksinya di jalan menjadi hal yang biasa bagi Wawan, aksi demosntrsi yang dilakukian tidak cukup sekali dua kali, dari puluhan masa yang ikut, hingga aksi yang hanya dilakukan oleh Wawan seorang. Perjuangan itu pun berbuah manis dengan di terbitkannya Perda Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pengaturan Jalan Umum dan Jalan Khusus Untuk Angkutan Hasil Tambang dan Perkebunan.
Selain Wawan yang juga terlibat dalam beberapa organisasi intra dan eksta kampus seperti Teater Awan, Lembaga Aski Mahasiswa (LAM) dan juga sangat aktif sebagai kader organisasi nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Wawan juga seorang pembina, sekaligus penasehat sebuah Organisasi LSISK berdiri pada tahun 2002 hingga sekarang, yang didirikan oleh Suryanata Al-Islami Ketua KPU Kalimantan Utara Sekarang.
Organisasi Kecil ini pun tidak jauh dari gambaran sosok Wawan yang dikenal dengan orang yang berani, berwawasan, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi sikap sosial yang tertuang dalam sistem pengkaderan, LSISK juga dikenal dengan salah satu organisasi yang sering melakukan aksi demonstrasi mengangkat isu-isu lokal seperti BBM, LPG, Sembako, PLN, krisis PDAM hingga isu hangat seperti melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap nilai dolar Amerika Serikat.
